Feeds:
Posts
Comments

Posts Tagged ‘Seni Rupa Kontemporer Indonesia’

Aliran Arus Besar

eddie hara - rustika herlambang

Segala kreativitas itu tercipta karena jiwa muda yang terus menggelegak dalam dirinya

Bisa dikatakan, “dunia” Eddie Hara sesungguhnya ada di dalam kanvas-kanvasnya. Atau dalam satu kalimat: Welcome to My Cruel Colorful World – untuk menunjukkan lukisan yang dibuat tahun 2005. Lukisan yang ditandai dengan judul cukup menyentak secara tekstual itu divisualkan dalam warna-warna yang cemerlang. Kata “cruel” diletakkan lebih kecil dan terpisah, bahkan hampir tersembunyi, dibandingkan “colorful world” yang sepertinya sengaja dibesar-besarkan. Ikon Mini Mouse khas Eddie membawa belati dengan seringai tawa itu berpadu dengan dua ikon lain dalam posisi terbaik-balik.

Pada akhirnya karya itu bukanlah sebuah cerita tentang kekejaman – meski diinspirasikan oleh kritik sosial mengenai kekerasan yang bisa dilakukan oleh anak atau remaja- melainkan sesuatu yang lucu, atau bahkan memaksa kita untuk tertawa. Menertawakan diri sendiri. Self irony. Berbagai persoalan seperti itulah yang selalu mengganggu “kehidupan” Eddie Hara, menjadikan karya-karyanya tak henti digemari pasar. (more…)

Read Full Post »

Seni Rumah Seniman

Nasirun

 

 

 

 

 

 

 

 

Kali ini, ijinkan saya berkelana menuju rumah-rumah seniman di Yogyakarta.  Bila selama ini saya banyak berhubungan dengan sosok pemiliknya, maka kini saya mengupas “rumah” di mana mereka tinggal dan berkarya selama ini. Namun jangan pernah dibayangkan bahwa saya akan bicara mengenai arsitektural, sebagaimana ulasan rumah-rumah yang ada. Apa yang saya sampaikan adalah mengenai rumah dari sisi “dalam”, yakni tentang sisi kehidupan penghuninya terhadap rumah sebagai sesuatu yang hidup (living concept), yang nyata, yang terasakan, yang memberi inspirasi.

Berbeda dengan konsep penghuni biasa –yang rata-rata hanya menghabiskan beberapa lama di rumah karena kesibukan di luar rumah – konsep rumah bagi seniman adalah sesuatu yang istimewa. Mereka hidup, berkarya, berkeluarga, dan bersosialiasi di tempat yang sama. Itulah hal yang menurut saya sangat unik dan menarik untuk dikaji lebih dalam.

Empat seniman yang kita angkat dalam angle ini memiliki popularitas di papan atas, memiliki genre yang berbeda satu sama lain, dan ternyata memiliki konsep yang berbeda satu sama lain.  Mereka adalah Nasirun, Entang Wiharso, Jumaldi Aldi, dan Galam Zulkifli.

Silakan menikmati..

(rustika herlambang)

terima kasih untuk Heri Pemad dan Rikki Zoel

Read Full Post »

Aji Rasa

jais darga


Percaya diri membuat perempuan tampak seksi! Percaya diri berarti berwawasan, berpengetahuan, berbahagia, dan menjaga kecantikan yang diberikan Tuhan.

Membuka halaman demi halaman kehidupan Jais Darga, kita seperti dibawa dalam sebuah petualangan yang seru juga menegangkan. “Bila aku sekarang meraih semua mimpi, setidaknya kamu mengerti bahwa jalan ini tidak pendek.  Penuh liku. Ada luka. Tapi aku selalu  memandang kehidupan dengan sisi optimis dan kerja yang sangat keras. Hanya kita sendiri yang mengerti makna bahagia, dan kitalah yang harus mewujudkannya,” katanya ketika ia akhirnya menyelesaikan wawancaranya dengan dewi. Jais, art dealer perempuan pertama di Indonesia, kini sudah berhasil “menaklukkan” kubu-kubu seni di Paris dan New York.

Sebuah meja dengan dua tempat duduk. Rokok. Segelas black coffee dan minuman capriosca adalah teman bercerita yang menyenangkan bersamanya. Suasana cozy dan nyaman di Grand Café, Grand Hyatt Jakarta kian mengalirkan hawa akrab malam itu. Sesekali ia menyapa beberapa orang yang dikenalnya. Namun memang tak mudah untuk masuk dalam relung hati terdalamnya, terutama bila menyangkut kisah lara yang akhirnya berpengaruh dalam jalan hidupnya. Ia lebih suka bicara tentang hal-hal yang menggembirakan, termasuk keperkasaan saat menaklukkan tantangan. “Hidup sudah sulit jangan lagi dipersulit. Buatlah ringan seperti makan kerupuk,”katanya. (more…)

Read Full Post »

Bulan di balik Awan Hitam

Gede Mahendra Yasa

Gede Mahendra Yasa

Ia berdayakan seluruh kelemahan dan penderitaan selama bertahun-tahun menjadi sebuah kekuatan dalam menata hidup dan masa depan.

Di akhir senja,  Gede Mahendra Yasa bisa bercerita tentang dirinya. Formalitas yang tampak di jam-jam pertama pertemuan tak lagi ada. Seniman Bali yang baru saja meraih penghargaan Award of Mapping Asia di CIGE 2009 ini rupanya memerlukan waktu yang khusus untuk memanggil mood-nya. Di atas balkon SigiArt, menghadap keramaian kota, dan matahari jatuh di kejauhan, ia  “membawa” dewi menuju rumah-rumah masa lalunya nun jauh di sana, di Singaraja.

“Singaraja adalah Bali Utara,” Hendra, nama akrabnya, membuka pertemuan dengan perbincangan serius. Wilayah ini memiliki tradisi sedikit berbeda dibandingkan dengan Bali Selatan yang masih ketat memegang adat – tempat banyak seniman asal Bali yang namanya kini menanjak dalam percaturan seni rupa Asia Tenggara. Karena terletak di pesisiran, pernah menjadi ibu kota propinsi di masa pendudukan Belanda, kehidupan masyarakatnya jauh lebih dinamis. Apalagi ia dilahirkan dari keluarga berkecukupan dan tinggal di wilayah perkotaan. Ayahnya seorang dokter. Hubungan dengan tradisi Bali pun relatif longgar karenanya. “Boleh dibilang Bali abangan. Perkenalanku dengan wayang justru dari RA Kosasih.” (more…)

Read Full Post »

bunga-jeruk-2008-makan-hati-3-130x130-oc

bunga-jeruk-2008-selamat-jalan-sayang-1-2-45x45x100-resin

bunga-jeruk-2008-runaway-baby-150x150-oc

Sekadar Catatan:

Catatan ini terjadi ketika saya datang di pameran Bunga Jeruk yang bertajuk  “Just Bunga “.  Pameran ini menunjukkan berbagai karya terdepan dari seniman wanita muda kontemporer Indonesia, yang kelak akan memberi warna bagi masa depan seni Indonesia.

(more…)

Read Full Post »

Petualang Kehidupan

ugo untoro

ugo untoro

Bagi Ugo, seni tidak hanya diukir di atas kanvas atau obyek, tapi juga di hati, perasaan dan kehidupannya

Satu halaman buku saja tidak akan pernah cukup untuk menuliskan Ugo Untoro. Seniman eksentrik yang kini bermukim di Yogyakarta ini memang menarik dikupas dari berbagai sisi. Dari penampilan hingga karya seni yang dilahirkan seolah menunculkan petanda-petanda yang bebas diinterpretasikan oleh siapapun. Itu sebabnya penulis, sastrawan yang juga sahabat Ugo, Omi Intan Naomi sanggup menghabiskan 483 halaman untuk membukukan kisahnya: The Sound of Silence and Colors of the Wind Between the Tip of a Cigarette and Fire of the Lighter (17 Years of Ugo Untoro’s Fine Arts, 1989-2006). Buku yang dibuat dalam waktu sepuluh hari itu diluncurkan Desember lalu di Jakarta.

Seorang seniman kontemporer Indonesia yang namanya terus menanjak -sayang dia enggan disebut namanya-mengakui bahwa Ugo adalah sosok legenda dalam dunia seni rupa kontemporer Indonesia yang sangat total dalam berkarya. Ugo-lah yang membawa gaya corat-coret di atas kanvas sejak 15 tahun lalu, yang kini baru disadari, seperti dikatakan kurator Hendro Wiyanto, bahwa apa yang dilakukan itu dimaksudkan untuk “menghancurkan” gaya (seni lukis) di akademi seni rupa Yogyakarta yang sarat berpegang pada mutu keastistikan sapuan kuas dan garis. Tiga penghargaan bergengsi dalam dunia seni, Philip Morris Award sempat direbutnya pada tahun 1994, 1998, dan kemudian memenangkan 5 Best Asia Philip Morris Award di Hanoi, Vietnam. Ia juga ditasbihkan menjadi Tokoh Seni Rupa Tahun 2007 versi Majalah Tempo. (more…)

Read Full Post »

Mari Pangestu

Mari Pangestu

Bernavigasi Antara Pilihan

Keseimbangan adalah mitos yang ingin dipatahkan Mari, baik pada saat menjalankan tugas kenegaraan maupun kehidupan rumah tangganya.

Di tengah kecamuk pergantian kabinet beberapa waktu lalu, Dewi menemui Mari Elka Pangestu. Menteri Perdagangan Kabinet Indonesia Bersatu ini terlihat begitu tenang, biasa, tak ada tanda-tanda merasa menang atas posisinya yang masih tetap dipertahankan oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. “Jabatan adalah sebuah amanah,” ungkapnya.

Mari merupakan sosok wanita yang cerdas, berwawasan luas dan penuh percaya diri. Meskipun demikian, putri ekonom senior Panglaykim (JE Pangestu) ini memiliki pribadi yang hangat, rendah hati, santun dan penuh perhatian dengan lawan bicaranya. Wajar saja, bila ia begitu mudah beradaptasi dan diterima berbagai kalangan. Setidaknya, dalam beberapa pigura, terlihat kedekatannya dengan beberapa sosok penting dunia, seperti Tony Blair. Di salah satu pigura, terlihat keakraban Presiden Amerika George Bush memegang erat pundak Mari, dengan ekspresi yang tak dibuat-buat. (more…)

Read Full Post »

Tafsir Portrait
Indra Leonardi

Karya dan pribadinya begitu sejiwa. Karena itu, imajinasi menjadi sangat penting saat menerobos semesta Indra yang sesungguhnya.

indra leonardi
indra leonardi

Indra Leonardi hampir saja beranjak pulang ketika ia melihat Joseph Estrada dengan pakaian kebesarannya turun dari tangga. Seluruh perlengkapan fotografi yang sudah dimasukkan dalam tas-tas dengan rapi -karena awalnya dibatalkan– dengan sigap dibongkar, dan dibentuknya lagi sebuah studio mini. Semua serba kilat. Sekilat ia kembali membangunkan imajinasi, mood dan juga energinya yang sudah hampir habis karena menunggu, menunggu dan akhirnya memotret istri Estrada yang sesungguhnya tak ada di jadwalnya.

Foto yang dibuat secara cepat itu menjadi foto kenegaraan yang dipasang di istana Malacanang di kemudian hari. Seselip rasa kebanggaan muncul meski hanya sekejap dirasa. Beberapa tahun kemudian, berbarengan dengan kudeta berdarah yang terjadi disana, foto yang menjadi lambang supremasi kekuasaan itu diinjak-injak dan dibakar massa secara kejam. “Sedih juga. Di tivi aku melihat orang-orang kalap merusaknya..,”Indra mengenangkan sepenggal kisah dalam hidupnya sebagai seorang fotografer potret. (more…)

Read Full Post »

Kelomang Cinta

Rudi Mantofani

Rudi Mantofani

Bicaralah tentang karya, karena dia bisa. Tapi jangan bicara cinta padanya. Karena katanya, berbahaya!

Rudi Mantofani adalah nama yang terus menanjak dalam dunia seni rupa kontemporer Indonesia. Setelah 9 karyanya secara bersamaan terlelang di Christie’s Hongkong beberapa waktu lalu, popularitasnya meledak cepat, memenuhi pembicaraan di setiap sudut ruang pameran hingga perbincangan tak formal di kedai kopi multinasional. Kini, banyak kolektor, ruang pamer hingga balai lelang bergengsi macam Southesby, Singapura dan Christie’s Hongkong terus memburu karyanya. Berita terakhir, lukisan teranyarnya, Dunia Jatuh ke Bumi, terlelang hingga melewati angka 800 juta rupiah. Sebuah nilai yang fantastis!

Pendekatan Rudi dalam karyanya sejak awal memang sudah mencuri perhatian. Di atas kanvas, ia membalik-balikkan logika berpikir. Karya Pohon Apel misalnya. Ia menghantarkan hamparan padang rumput yang bergelombang dengan apel yang dipasang terbalik, dengan tangkai yang berada di bawah. Sederhana, memikat, tapi meninggalkan kesan yang dalam. Begitu juga dengan goresan warna-warnanya yang cerah membuat banyak orang menyukainya. “Karyanya orisinil. Rasional dan tidak ke bawah sadar. Dia mengembangkan konsep lansekap dan still life dengan semangat baru,” Kurator Enin Supriyanto memberikan komentar.

(more…)

Read Full Post »

Cinta Merah

Christine Ay Tjoe

christine ay tjoe

christine ay tjoe

Merah itu luka. Merah itu darah. Tapi merah juga bisa berarti gairah. Kehidupan. Di atas kanvas, ia menyembuhkan seluruh luka dalam hidupnya

Dunia seni rupa Asia Tenggara mengenal benar karya-karya Christine Ay Tjoe (1973). Gaya estetiknya yang khas rupanya mencuri perhatian banyak galeri dan kolektor seni rupa kontemporer. Ia dikenal memiliki sensibilitas estetik yang diolah dari dari perasaan terdalamnya. Karena itu karyanya terasa sangat personal, orisinil, dan sama sekali tak dipengaruhi tren seni rupa terkini. Dia hanya percaya pada dirinya sendiri, sebab kanvas baginya adalah penyembuh luka-luka hidupnya.

Ay Tjoe lahir di Bandung, dari sebuah keluarga sederhana. Di sebuah pemukiman padat, ramai, dan cukup banyak konflik, ia tinggal bersama ketiga saudara kandung, orang tua, dan neneknya dalam sebuah hubungan yang tak hangat, bahkan cenderung dingin dan kaku. Kedua orang tuanya sangat sibuk di toko kelontong miliknya, sehingga Ay Tjoe kecil acapkali merasa tak mendapat perhatian secukupnya. “Kadang saya ingin dipeluk ibu seperti teman-teman lain..,”ia mengingat keinginan yang dipendamnya selama bertahun-tahun dan tak pernah disampaikannya itu.

(more…)

Read Full Post »

« Newer Posts - Older Posts »