Feeds:
Posts
Comments

Posts Tagged ‘Profil Pria’

Bintang dari Timur

Ia menikmati hidup bak terhampar di lautan luas di mana ia harus tetap mengembangkan layar dan terus berselancar dalam gelombang.

Pertumbuhan bisnis grup Bosowa yang melesat cepat beberapa waktu terakhir ini tak bisa dilepaskan dari nama Erwin Aksa (35). Chief Executive Officer (CEO) muda ini berhasil membawa perusahaan yang didirikan oleh ayahnya, Aksa Mahmud, empat dekade lalu dengan gemilang di bawah kepemimpinannya. Jelas, untuk meneruskan dan mengembangkan sebuah usaha keluarga yang sudah memiliki sistem yang mapan sebelumnya, bukanlah hal yang mudah. Namun dengan pengetahuan dan kerendahatiannya, Erwin berhasil membawa bahtera bisnis keluarga yang berbasis di daerah Sulawesi Selatan itu menuju level nasional.

Erwin yang mendapat kepercayaan memegang penuh kepemimpinan grup Bosowa (Bosowa Corporation) tahun 2004, mampu meningkatkan asset grup dari 3 trilyun menjadi 6 trilyun dalam waktu empat tahun. Padahal ketika itu usianya baru menginjak 29 tahun, dan ia harus membawahi enam ribu karyawan dari enam bidang usaha: semen, otomotif, properti, finansial, infrastruktur, dan pertambangan. Rekan pengusaha, Sandiaga Uno memuji Erwin sebagai anak yang besar di daerah namun bisa naik kelas dan beradaptasi di level nasional percaturan bisnis di Indonesia. “Sebagai pengusaha, dia tajam intuisi, cepat membaca situasi. Pandai memilah risiko, berani bertindak dan mengambil keputusan. Lihat saja pengembangan bisnis Bosowa. Sekarang menjadi pemain infrastruktur besar di bawah kendali Erwin. Ini sangat membanggakan.” (more…)

Read Full Post »

Narasi Terpendam

Roby Muhamad

         Ilmu jejaring sosial-lah yang akhirnya mengantar ia kembali dan mengabdi untuk tanah airnya

Kini Anda hanya perlu satu rantai untuk mengenal Roby Muhamad (35).  Fisikawan dan sosiolog ini namanya dibincangkan dunia karena eksperimen Proyek Dunia Kecil yang dilakukan bersama Prof Duncan Watts dan Dr. Peter Dodds (2003). Proyek tersebut diadakan untuk menguji kembali hasil percobaan Stanley Milgram yang mengklaim bahwa sembarang dua orang di dunia hanya terhubung dengan rata-rata enam orang saja. Teori tersebut terkenal dengan nama Six Degree Separation, yang lantas menghasilkan kultur pop di Amerika tahun 1967 dan memunculkan istilah Small World! (dunia kecil)

Istilah dunia kecil itu rupanya menjadi besar bagi Roby. Jauh sebelum situs jejaring sosial seperti friendster, facebook, dan twitter meledak, ia sudah bergumul dengan miliaran bank data manusia di Columbia University, New York Amerika Serikat. Bersama Watts dan Dodds, ia menggeluti jejaring data-data manusia, relasi pertemanan, sosial, politik, agama, budaya, dan ekonomi. Hasil temuan mereka mengejutkan, yakni sebanyak 6 milyar penduduk di dunia (2003) ternyata hanya terhubung dari rata-data 6 orang saja! Istilah global village – yang pernah dikemukakan oleh Marshal McLuhan (1964) dan diramaikan kembali pada awal 1990-an oleh para futuris – bukan lagi imajinasi. (more…)

Read Full Post »

Membingkai Memori     

galam zulkifli

Begitu mudahnya ia membingkai rahasia banyak wajah dalam kehidupannya, tapi tidak untuk dirinya

Sebuah siang di bulan Juni menjadi saksi pertemuan. Galam Zulkifli memberikan sela waktunya yang padat untuk berbincang. Tapi tidak di kafe atau keramaian, ia meminta dewi datang di studionya tempat bekerja. Sebuah ruangan yang terasa lapang, tak banyak barang. Hanya ada rak buku besar yang tidak terisi penuh, karpet dengan sisa-sisa abu rokok yang menempel, serta gelas bening yang masih menyisakan ampas kopi. Bersandar pada dinding kosong, 3 kanvas berukuran 2 x 2 meter “berisi” wajah dengan ekspresi sangat kuat. Sorot-sorot matanya tajam dan hidup, seolah menatap siapa saja yang ada di depannya.

Di ruangan yang bernama Bale Black Box inilah Galam membangun karya-karya gemilangnya. Ia lanjutkan kesuksesan pameran di Swiss dengan kreasi terbaru berjudul Dark Side of The Earth vol.1-3. Karya sebesar 200 x 1400 cm tersebut dipamerkan di Ciputra Art World beberapa waktu lalu dan menuai puji karena teknik yang digunakan. Dalam satu kanvas ia membuat dua lukisan yang sama sekali berbeda bila diletakkan dalam cahaya dan tanpa cahaya. Eksperimen ini seperti mendebat pandangan modern mengenai perbedaan picture dan painting yang terletak pada konsep. Galam menunjukkannya juga pada cahaya. (more…)

Read Full Post »

Jembatan Dua Cinta

heri pemad

Ia selalu mencari cara membahagiakan orang lain, tapi belum pada cintanya.

 

Celoteh kisah dalam bahasa Jawa kental terasa begitu kontras di tengah alunan musik jazz di Loewy Restaurant, Mega Kuningan, Jakarta. Kisah yang begitu serunya, sehingga beberapa pasang tatap mata menoleh pada Heri Pemad, sang pemilik suara. Siang terik itu, ia tampak asyik berbincang menyantap grill escargot dari bistro Perancis dengan sesekali membetulkan letak kacamata. Ia menyelinap sejenak dari aktivitasnya memantau pameran Space & Image yang digelar di Ciputra Art World. Di ajang pameran seni akbar tersebut Heri Pemad Art Management miliknya bertidak sebagai event organizer.

Tapi perbincangan waktu itu sama sekali tak menyentuh kesuksesan pameran di Art Paris, persiapan Jogja Art Fair #3, atau konsep pameran dalam rangka pembukaan museum pribadi seorang kolektor besar Indonesia awal tahun 2011. Pikirannya masih tertambat pada seperangkat gamelan Jawa yang baru saja dipersembahkan pada warga di kampung masa lampaunya di Sukoharjo. Ia bercerita bahwa di luar kegiatan padat membuat pameran-pameran besar di berbagai kota dan negara, sengaja ia kosongkan waktu hampir setiap minggu demi menikmati alam pedesaan sambil melihat anak-anak kecil memelajari gamelan. “Rasanya senang bisa menyenangkan orang banyak,” ujarnya. (more…)

Read Full Post »

Hidup Ini Indah, Fauzi…

fauzi ichsan

Ia merasa bahwa keberhasilan yang diraihnya terjadi karena ketulusan cinta yang mengelilinginya

Waktu rasanya membeku saat Fauzi Ichsan bercerita tentang dirinya. Bar dan lounge Bibliotheque yang penuh di Jumat sore itu terasa senyap, terbawa kisah. Andai boleh mengutip memoar Sidney Sheldon dalam The Other Side of Me, maka alur kehidupan yang dialami Fauzi tak jauh dari pesan kehidupan tersebut. Hidupnya ibarat novel. Sesekali penuh ketegangan. Sesekali penuh kejutan. Setiap hari selalu berbeda. Ia tak kan pernah tahu apa yang terjadi kemudian, tanpa membuka halaman-halaman berikutnya. Tanpa kekuatan dan keberanian, mungkin ia tak akan pernah sampai di sini. Mungkin.

Fauzi genap 40 tahun saat ini – sebuah usia puncak bagi seorang pria. Ia adalah Direktur, Senior Vice President Standard Chartered Bank, Indonesia. Selain bertugas sebagai pemimpin tim ekonomi di bank tersebut, ia juga menjadi konsultan pada Departemen Keuangan, Bank Indonesia, dan Kementrian Luar Negeri. Di tengah kesibukan kantor, dan urusan Bank Century – di mana pendapatnya banyak dikutip media – ia menyediakan waktu. Pertemuan ini sudah berlangsung beberapa kali. Terakhir, ia memilih Bibliotheque sebagai tempat wawancara. Ia datang dengan gaya kasual, pada sebuah sore menjelang senja.

Di meja paling ujung bar dan lounge itu, ia menyimpulkan perjalanan hidupnya. “Pengalaman selama ini menyatakan bahwa hidup saya hanya mengikuti takdir. Semuanya seperti “sudah diarahkan”. Semuanya sering tak terduga. Jadi, saya menjalankan yang terbaik saja,” ujarnya, mengelak mengatakan rencana masa depannya. “Namun satu hal terpenting dalam hidup saya adalah soal kebahagiaan. Baru saat inilah saya merasakan hidup saya benar-benar normal,” ia tertawa lepas, lesung pipi kirinya langsung terlihat. (more…)

Read Full Post »

Kompetisi dalam Harmoni

Mereka tidak hanya sama visi dalam membangun bisnis, tapi juga kesenangan.

Suasana terasa dingin dan mencekam. Wajah-wajah tegang hilir mudik memasuki ruangan, ingin memastikan bahwa segala sesuatunya sudah berada pada tempatnya. Di sebuah ruang karaoke, private room, restoran Immigrant, dewi menanti pertemuan ini. Sendirian, membuat ruangan terasa semakin dingin dan menegangkan. Salah satu staff Public Relation Plaza Indonesia, Titie Ndari, berkali-kali mohon maaf. Katanya, sungguh tidak mudah meminta ketiga pria ini hadir di sini. “Pak Chano, bahkan sudah 20 tahun tak pernah mau diwawancara,” tegasnya, menyebut nama Rosano Barack, salah satu petinggi Plaza Indonesia yang dijadwalkan wawancara petang itu.

Itulah kisah pembuka pertemuan dengan tiga petinggi PT Plaza Indonesia Royalty, dalam rangka menyambut 20 tahun pusat perbelanjaan bergengsi tersebut beberapa waktu lalu. Ketiga pria tersebut adalah Franky Oesman Widjaja (Presiden Komisaris), Rosano Barack (Presiden Direktur), dan Boyke Gozali (Wakil Presiden Direktur). Ketika akhirnya Chano memasuki ruangan dan menyapa hangat, suasana sedikit mencair. Franky dan Boyke menyusul dua menit kemudian. (more…)

Read Full Post »

Aliran Arus Besar

eddie hara - rustika herlambang

Segala kreativitas itu tercipta karena jiwa muda yang terus menggelegak dalam dirinya

Bisa dikatakan, “dunia” Eddie Hara sesungguhnya ada di dalam kanvas-kanvasnya. Atau dalam satu kalimat: Welcome to My Cruel Colorful World – untuk menunjukkan lukisan yang dibuat tahun 2005. Lukisan yang ditandai dengan judul cukup menyentak secara tekstual itu divisualkan dalam warna-warna yang cemerlang. Kata “cruel” diletakkan lebih kecil dan terpisah, bahkan hampir tersembunyi, dibandingkan “colorful world” yang sepertinya sengaja dibesar-besarkan. Ikon Mini Mouse khas Eddie membawa belati dengan seringai tawa itu berpadu dengan dua ikon lain dalam posisi terbaik-balik.

Pada akhirnya karya itu bukanlah sebuah cerita tentang kekejaman – meski diinspirasikan oleh kritik sosial mengenai kekerasan yang bisa dilakukan oleh anak atau remaja- melainkan sesuatu yang lucu, atau bahkan memaksa kita untuk tertawa. Menertawakan diri sendiri. Self irony. Berbagai persoalan seperti itulah yang selalu mengganggu “kehidupan” Eddie Hara, menjadikan karya-karyanya tak henti digemari pasar. (more…)

Read Full Post »

Menantang Angan

emirsyah satar

Dunianya berkelana dari satu tempat ke tempat lain, tapi tidak untuk cintanya

Selalu berpakaian rapi, memberikan senyuman, dan menaburkan aroma wewangian di sekelilingnya. Setidaknya suasana itulah yang terasakan kala menemui Direktur Garuda Indonesia, Emirsyah Satar, dalam tiga pertemuan yang berbeda-beda. Apakah itu pada sebuah perjumpaan di pagi hari di sebuah restoran di Hotel Mulia, ruang press conference di Singapore Air Show 2010, ataukah di meja kerjanya di kantornya yang terletak di Cengkareng. Meski, arloji belum menunjukkan genap angka 8 pagi, Emir sudah berada di posisinya. Hanya empat puluh lima menit waktu yang diberikan untuk melangsungkan wawancara. (more…)

Read Full Post »

Putu Sutawijaya by Wahyu Tantra

Membaca Teks yang Tersamar

Untuk mengenal ia secara dekat, lihatlah karya-karyanya, lalu terjemahkan kode-kode yang disiratkan.

Putu Sutawijaya benar-benar sedang mencari “sayap” ketika karya Looking for Wings (2002) tercipta. Namun “sayap” baru ditemukan lima tahun kemudian, tatkala sebuah ketukan palu menandai terjualnya karya tersebut di balai lelang Sotheby’s dengan harga fantastis. Para pengamat seni rupa mengatakan bahwa peristiwa yang sering disebut sebagai Insiden Mei 2007 ini telah menjadi pemicu ledakan seni rupa kontemporer Indonesia di Asia Tenggara. Indonesia pada akhirnya diperhitungkan sebagai surga baru perburuan seni kontemporer, bersaing dengan Cina dan India. (more…)

Read Full Post »

Bukan Sekadar Kulit Luar

anthony handoko

Semakin ditekan, semakin sulit, semakin tertantang ia untuk menaklukkan

Indahnya purnama memantul di atas air kolam renang. Udara dingin malam itu. Anthony Handoko harus menyelesaikan wawancara. Antrian pasien di klinik sudah mengular. Tapi ia seakan enggan beranjak. Kalimat terakhir yang baru diucapkan seolah menyadarkannya. Apa yang dimilikinya bukanlah sebuah mimpi. Kini, ia adalah salah satu dokter dermatologi dan ahli bedah kosmetik populer di Indonesia. Ia juga pemilik klinik kecantikan “erhaclinic” yang belakangan ini menjadi bahan perbincangan dunia kecantikan Indonesia. ”Saya merasa, pada akhirnya kerja keras dan jatuh bangun saya di waktu lalu, akhirnya terbayarkan.” (more…)

Read Full Post »

« Newer Posts - Older Posts »