Feeds:
Posts
Comments

Posts Tagged ‘politik’

para eksil di swedia

para eksil di swedia

 Surat Pembaca

(surat yang akhirnya tak pernah terpublikasi di Media Indonesia. entah kenapa…..)

 

 Saya seorang Warganegara Indonesia yang sejak tahun 1974 telah bermukim di Stockholm, Swedia dan sekarang bekerja pada jenjang manajer di salah satu perusahaan teknologi informasi Swedia.

Saya memperhatikan dan membaca dengan seksama melalui Media Indonesia On-Line (via Internet) pada edisi 30 September, 1 Oktober dan 9 Oktober yang lalu mengenai reportase tentang orang-orang (asal) Indonesia yang terhalang pulang karena masalah perbedaan pandang politik di zaman Orde Baru dahulu . (more…)

Read Full Post »

suasana ruang penjara sukamiskin

suasana ruang penjara sukamiskin

di dalam ruang penjara

di dalam ruang penjara

Huzrin dan Tengku Lampo Awe, petinggi GAM

Huzrin dan Tengku Lampo Awe, petinggi GAM

huzrin di depan penjara sukamiskin

Catatan dari Sukamiskin

Hidup ini tak bisa ditebak. Berlapis kabut tipis yang seringkali menjebak. Ada yang lubang jebakannya dalam tak berdasar, ada pula yang hanya pendek tak berarti. Kadangkala hidup ini seakan hambar tak beragam, tanpa rasa, tanpa selera. Terkadang terasa susah, rumit bagai jalan berkelok-kelok dengan seribu rintangan. (Leo Tolstoy, Setelah Pesta Dansa).

Begitulah kehidupan, manusia harus selalu bisa mengambil hikmah dari setiap “realita” yang dialami. Seperti halnya Huzrin Hood.  Mantan orang nomor satu di Kabupaten Kepulauan Riau dan pejuang pembentukan provinsi Kepulauan Riau ini harus berhadapan dengan kenyataan baru. Dipenjara, atas tuduhan penyalahgunaan APBD. (more…)

Read Full Post »

Manusia Renaisans

enin supriyanto

Selalu ada optimisme yang timbul dari diri Enin Supriyanto, bahwa hidup itu bisa dinikmati dengan berbagai cara.

Enin Supriyanto memang terbilang istimewa di jagad seni rupa Indonesia.  Ia adalah lelaki penggelisah asal Lombok yang mengadukan nasibnya kini pada dunia seni rupa kontemporer.  Boleh dibilang ia adalah  kurator yang bisa merepresentasikan seni rupa kontemporer Indonesia di dunia internasional, begitu Direktur Indonesian Visual Art Archive (IVAA), Farah Wardhani memberikan komentarnya.

Pendapat ini tampaknya tak berlebihan. Dalam dunia seni rupa Indonesia, mantan mahasiswa jurusan desain interior, fakultas Seni Rupa dan Desain, Institut Teknologi Bandung, ini telah meluncurkan beberapa buku seni rupa yang signifikan. Diantaranya: Perjalanan Seni Lukis Indonesia dalam koleksi Bentara Budaya, Indonesian Contemporery Art Noe (1996-2006), Seni Rupa Modern Indonesia, Esai-esai pilihan. Ke depan dia tengah memersiapkan On Death, the Self and Trauma (From Self potrait to social Portrait), sebuah riset tentang seni rupa Indonesia berhadapan dengan pengalaman trauma social politik. (more…)

Read Full Post »

Taipan Penyusur Karma

Hartati Murdaya

Hartati Murdaya

Wanita super intens ini adalah salah satu konglomerat terpenting di Indonesia. Ia juga mengaku sebagai orang yang sekedar menjalankan karma.

Pengusaha Siti Hartati Tjakra Murdaya adalah satu-satunya wanita Indonesia yang tercantum sebagai pengusaha nasional terkaya versi Majalah Forbes tahun lalu. Dari 40 nama yang dipublikasikan majalah asing itu, dia dan suaminya, menduduki posisi ke-16. Kekayaan bersihnya diestimasikan sekitar 430 Juta Dollar (sekitar 3,9 trilyun rupiah).

Namanya pun sering muncul di media masa, karena ia memang pernah menjadi anggota Majelis Permusyawaratan Masyarakat. Apapun laporan media mengenainya, dan memang ragamnya banyak, tidak ada yang mendebat bahwa Hartarti adalah seorang pengusaha yang intens, berkerja keras, dan tidak pernah gentar untuk meraih kesempatan atau, bila perlu, berdebat atau berpolemik dengan pihak-pihak lain. (more…)

Read Full Post »

In Memoriam
Mohamad Ali Chanafiah

Tiga tahun lalu, saya menemui mereka. Hari ini, saya sedih karena saya mendengar Pak Ali sudah meninggal.

Ali di antara para eksil di Swedia

Mantan Dubes tanpa Tanah Air
Terbuang akibat G-30-S (1)

MUHAMAD Ali Chanafiah kini berusia lebih dari 90 tahun. Dia tinggal di sebuah flat delapan lantai di Ragsved, 15 kilometer selatan Stockholm, Swedia.Di rumah yang asri itu Ali tinggal bersama anak laki-lakinya dan dua cucunya. Setiap pagi mantan duta besar Indonesia di Sri Lanka itu sendirian di rumah ditemani dua parkit kesayangannya, Tono dan Tina. Anak dan cucunya bekerja atau sekolah. Dua parkit itu menjerit-jerit dalam kandang yang mungil dan bersih jika ada tamu yang berkunjung.Meski sudah sepuh, Ali tetap bersemangat menceriterakan masa lalunya. (more…)

Read Full Post »

Cinta dan Kesetiaan

Marty Natalegawa

Marty Natalegawa

Marty Natalegawa

Cinta, wanita dan juga negara adalah segala-galanya

Bertahun-tahun kemudian, saat berada di dalam gedung kedutaan Afrika Selatan di Inggris, Marty Natalegawa mengenang suatu hari ketika ia berdiri di depan gedung itu. Pada waktu itu, ia berdemo, meneriakkan yel-yel kemanusiaan dari pagi hingga malam, menuntut dibebaskannya Nelson Mandela. Semangat menyala-nyala menguasai dirinya. Kini, di tempat yang sama dia berada. Beragam kenangan bermunculan dengan cepat, bertukar tangkap antara idealisme, kemarahan, kenangan dan kini, barangkali bercampur dengan kebanggaan dan kebahagiaan. Perubahan itu begitu nyata di hadapannya. Marty tersenyum, dan menceritakan kisah itu kepada sosok yang berdiri di dekatnya, Duta Besar Afrika Selatan untuk Inggris Raya.

Tak ada yang berubah dari gedung kedutaan itu. Namun sejarah telah membuka halaman baru, seperti halnya dirinya.”Saya kini berada di dalam gedung dan mewakili negara Indonesia,” Marty menceritakan suatu kisah yang berkesan saat dia masih menjabat sebagai Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh Indonesia untuk Inggris Raya dan Republik Irlandia (2005-September 2007). Kini, Marty menduduki posisi baru sebagai Presiden Direktur Perwakilan Indonesia untuk Dewan Keamanan Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB) yang berkedudukan di New York. Sebelumnya, Anda pasti mengenal sosoknya sebagai Juru Bicara Departemen Luar Negeri Indonesia yang smart dan cerdas dengan kacamatanya yang khas. (more…)

Read Full Post »

Dewi edisi April 2008

Rieke Diah Pitaloka

Menuju Akar Rumput

Ada gelar ataupun tidak, dia selalu ingin mengangkat dirinya sebagai duta kemanusiaan

Duta Kemanusiaan

Duta Kemanusiaan

Terasa betul Rieke Diah Pitaloka memaksa diri untuk bersikap hangat pagi itu. Wajahnya pucat dan ia terus membekap jaket hitam yang dikenakannya. Sikap kenes yang baru saja diperlihatkan dalam siaran langsung di stasiun televisi swasta tiba-tiba sirna. Dia berubah menjadi sedikit pendiam. “Ya, inilah aslinya aku. Sedikit pendiam. Bedalah kalau sudah di panggung,” katanya diplomatis. “Tapi memang aku agak sedikit kesel. Bukan apa-apa sih, cuma aku nggak suka segala sesuatu yang nggak well prepared,”ia mengungkapkan kekesalan yang membuat wajahnya mendung pagi itu.

Tapi itu tak lama. Saat disinggung tentang aktivitas terakhir, raut wajahnya langsung gembira. Ia tampak begitu antusias membicarakannya. “Aku sedang mempersiapkan pementasan Monolog Perempuan Menuntut Malam, untuk memperingati hari perempuan sedunia 8 Maret,”tukas Rieke yang pada saat wawancara berlangsung masih dalam proses pelatihan. “Ini memang agak nekad. Karena di sana aku juga menjadi pemain, bersama Niniek L. Karim dan Ria Irawan. Tapi juga menjadi produser dan penulis naskah bersama Faiza Mardzoeki,”ia membeberkan pekerjaan yang menyita energinya. (more…)

Read Full Post »

Dewi edisi Juni 2008

Sandiaga Uno

 

Bersemayam dalam Kesempurnaan

 

 

 

Kedisiplinan dan kesempurnaan dalam segala hal berbanding lurus dengan keliaran imajinasinya

 

Dialah Sandiaga Salahuddin Uno, salah satu pengusaha muda terkaya Indonesia versi majalah Globe Asia. Melalui PT Saratoga Investama Sedaya yang membidangi investasi dan penyertaan modal langsung serta PT Recapital Advisor dalam hal sekuritas, ia ikut menggeliatkan situasi infrastruktur dan sumber daya alam Indonesia. Keberhasilan ini dilakukan atas usahanya sendiri, bukan kekayaan turunan alias bisnis keluarga, seperti banyak pengusaha besar di Indonesia.

Kendati demikian, Sandi—begitu ia akrab disapa– bukanlah tipe pengusaha sukses yang berjarak, melainkan hangat, ramah, dan sangat peduli. Barangkali karena ia dilahirkan di lingkungan pendidik. Ayahnya Razif Halik Uno, dikenal dengan Henk Uno, adalah seorang pekerja yang sangat loyal di sebuah perusahaan minyak. Sementara ibunya, Rachmini Rachman, alias Mien Uno memang dikenal sebagai ahli dan pelopor ilmu kepribadian di Indonesia. (more…)

Read Full Post »

« Newer Posts