Feeds:
Posts
Comments

Posts Tagged ‘pengusaha’

“Accupunto” Leonard Theosabrata

leonard theosabrata

Antara kepuasan ego dan pasar, antara fungsi dan artistik, antara hitam dan putih, ia memilih berada di antaranya.

Lagu Killing Me Softly berirama jazz mengalun lembut di butik Accupunto, Grand Indonesia, Jakarta  – mengawal pertemuan dengan desainer produk dan juga pemilik perusahaan, Leonard Theosabrata (33). Penampilannya segar, kendati mengenakan atasan hitam dengan detail unik dan celana panjang hitam yang begitu kontras dengan warna kulitnya. Kacamatanya bulat, bergagang. Rambutnya disisir artistik. Terasa benar ada gaya dan selera yang tinggi di balik penampilannya yang sederhana – mengingatkan pada desain produk-produk Accupunto yang modern, minimalis, tapi juga menyimpan sensualitas di balik detail lekukan kecil yang diciptakannya. (more…)

Read Full Post »

Warisan untuk Keturunan Keluarga Raja-Raja di Bali

puri banyuning

Sebagai penglingsir, saya harus memberikan warisan terbaik untuk mereka


Pertemuan ini terjadi pada sebuah siang yang hangat di Puri Banyuning, Abiansemal, Badung, Bali. Ketika itu sebuah upacara Mendak Taru, yakni upacara memotong batang pohon untuk dibuat Topeng Betara Barong di Pura Dalem Puri – yang merupakan pura milik keluarga puri sedang berlangsung. Iring-iringan masyarakat dan suara musik tradisional menjadi latar yang magis dan romantis saat berbincang dengan Ida Ayu Kompiang Sutarti atau yang lebih di kenal dengan sebut Ibu Agung Oka yang merupakan Penglisir Puri Banyuning.

Penglingsir atau Pemucuk adalah sebutan untuk orang yang dituakan, pemimpin puri, atau pemimpin lembaga kekerabatan puri. Sementara yang disebut sebagai puri dalam tradisi Bali adalah tempat tinggal para bangsawan di Bali, khususnya mereka yang merupakan putra dari keturunan raja-raja. (more…)

Read Full Post »

Bintang dari Timur

Ia menikmati hidup bak terhampar di lautan luas di mana ia harus tetap mengembangkan layar dan terus berselancar dalam gelombang.

Pertumbuhan bisnis grup Bosowa yang melesat cepat beberapa waktu terakhir ini tak bisa dilepaskan dari nama Erwin Aksa (35). Chief Executive Officer (CEO) muda ini berhasil membawa perusahaan yang didirikan oleh ayahnya, Aksa Mahmud, empat dekade lalu dengan gemilang di bawah kepemimpinannya. Jelas, untuk meneruskan dan mengembangkan sebuah usaha keluarga yang sudah memiliki sistem yang mapan sebelumnya, bukanlah hal yang mudah. Namun dengan pengetahuan dan kerendahatiannya, Erwin berhasil membawa bahtera bisnis keluarga yang berbasis di daerah Sulawesi Selatan itu menuju level nasional.

Erwin yang mendapat kepercayaan memegang penuh kepemimpinan grup Bosowa (Bosowa Corporation) tahun 2004, mampu meningkatkan asset grup dari 3 trilyun menjadi 6 trilyun dalam waktu empat tahun. Padahal ketika itu usianya baru menginjak 29 tahun, dan ia harus membawahi enam ribu karyawan dari enam bidang usaha: semen, otomotif, properti, finansial, infrastruktur, dan pertambangan. Rekan pengusaha, Sandiaga Uno memuji Erwin sebagai anak yang besar di daerah namun bisa naik kelas dan beradaptasi di level nasional percaturan bisnis di Indonesia. “Sebagai pengusaha, dia tajam intuisi, cepat membaca situasi. Pandai memilah risiko, berani bertindak dan mengambil keputusan. Lihat saja pengembangan bisnis Bosowa. Sekarang menjadi pemain infrastruktur besar di bawah kendali Erwin. Ini sangat membanggakan.” (more…)

Read Full Post »

Melati untuk Ibu

 runi palar

Pengabdian, kepasrahan, dan totalitas berkarya adalah tiga kata kunci keberhasilannya

 

Runi Palar mencium kembali bunga kamboja kuning yang dipungutnya dari tempatnya berpijak. Sesuatu telah membuatnya terkenang, sehingga buliran air mata tiba-tiba mengaliri pipinya yang segar usai berdandan. Suasana serasa dalam sebuah adegan drama. Bayangan pepohonan jatuh dengan hangat di sebagian pipi dan seluruh halaman. Ia berdiri di tengah-tengah rumah tinggalnya  dengan Runa House of Design dan Museum –tempat ia meletakkan karya-karyanya,  di depan kolam teratai yang berbunga, di antara kebun penuh tanaman lokal yang begitu asri dan bebungaan yang ditata rapi.  “Saya rindu Ibu. Kalau saya sedang senang, saya selalu mengingat Ibu,” ujarnya.

Pertemuan ini terjadi di Lodtunduh, Ubud, Gianyar, Bali. Runi baru saja kembali dari perjalanannya membawa rombongan berkeliling Jepang. Namun kali ini misinya bukan untuk mempresentasikan tren dua kali dalam setahun seperti rutinitas yang sudah dijalani selama 9 tahun terakhir. Ia mendapat kepercayaan dari pusat perbelanjaan Isetan untuk menggelar pameran Modern Bali Style 2010, di mana ia bertanggung jawab untuk membawa produk-produk terbaik Indonesia. Seperti diketahui, eksistensi Runi sebagai desainer perak ikonik Indonesia sudah diakui. Butiknya tersebar di Bandung, Bali, dan Yogyakarta. Sementara di Jepang, Amerika, Singapura, dan Hongkong, Anda bisa menemukannya di ritel-ritel butik eksklusif. (more…)

Read Full Post »

Interaksi Dua Hati

 

 

runi palar

runi palar

 

Melayani dengan sepenuh hati tidak hanya membuat ia bahagia, namun juga merupakan kunci kesuksesannya

Setelah pukul delapan malam, situasi Lodtunduh, Ubud, Gianyar, Bali terasa sepi. Hanya desah binatang malam seperti jengkerik memecah kesunyian. Atau sesekali terdengar desir angin yang mengusik dedaunan. Namun di sebuah rumah bergaya Bali itu musik klasik terus mengalun. Wangi bebungaan yang ditata rapi di setiap ruangan menyemarakkan suasana malam. Di sanalah, desainer perak ikonik Indonesia, Runi Palar, tinggal bersama suaminya, Adriaan Palar. “Rasanya seperti bulan madu terus,” Runi tersenyum, tersipu-sipu, mengawali pertemuan dengan Pesona awal Juli lalu. (more…)

Read Full Post »

Hidup Ini Indah, Fauzi…

fauzi ichsan

Ia merasa bahwa keberhasilan yang diraihnya terjadi karena ketulusan cinta yang mengelilinginya

Waktu rasanya membeku saat Fauzi Ichsan bercerita tentang dirinya. Bar dan lounge Bibliotheque yang penuh di Jumat sore itu terasa senyap, terbawa kisah. Andai boleh mengutip memoar Sidney Sheldon dalam The Other Side of Me, maka alur kehidupan yang dialami Fauzi tak jauh dari pesan kehidupan tersebut. Hidupnya ibarat novel. Sesekali penuh ketegangan. Sesekali penuh kejutan. Setiap hari selalu berbeda. Ia tak kan pernah tahu apa yang terjadi kemudian, tanpa membuka halaman-halaman berikutnya. Tanpa kekuatan dan keberanian, mungkin ia tak akan pernah sampai di sini. Mungkin.

Fauzi genap 40 tahun saat ini – sebuah usia puncak bagi seorang pria. Ia adalah Direktur, Senior Vice President Standard Chartered Bank, Indonesia. Selain bertugas sebagai pemimpin tim ekonomi di bank tersebut, ia juga menjadi konsultan pada Departemen Keuangan, Bank Indonesia, dan Kementrian Luar Negeri. Di tengah kesibukan kantor, dan urusan Bank Century – di mana pendapatnya banyak dikutip media – ia menyediakan waktu. Pertemuan ini sudah berlangsung beberapa kali. Terakhir, ia memilih Bibliotheque sebagai tempat wawancara. Ia datang dengan gaya kasual, pada sebuah sore menjelang senja.

Di meja paling ujung bar dan lounge itu, ia menyimpulkan perjalanan hidupnya. “Pengalaman selama ini menyatakan bahwa hidup saya hanya mengikuti takdir. Semuanya seperti “sudah diarahkan”. Semuanya sering tak terduga. Jadi, saya menjalankan yang terbaik saja,” ujarnya, mengelak mengatakan rencana masa depannya. “Namun satu hal terpenting dalam hidup saya adalah soal kebahagiaan. Baru saat inilah saya merasakan hidup saya benar-benar normal,” ia tertawa lepas, lesung pipi kirinya langsung terlihat. (more…)

Read Full Post »

Kompetisi dalam Harmoni

Mereka tidak hanya sama visi dalam membangun bisnis, tapi juga kesenangan.

Suasana terasa dingin dan mencekam. Wajah-wajah tegang hilir mudik memasuki ruangan, ingin memastikan bahwa segala sesuatunya sudah berada pada tempatnya. Di sebuah ruang karaoke, private room, restoran Immigrant, dewi menanti pertemuan ini. Sendirian, membuat ruangan terasa semakin dingin dan menegangkan. Salah satu staff Public Relation Plaza Indonesia, Titie Ndari, berkali-kali mohon maaf. Katanya, sungguh tidak mudah meminta ketiga pria ini hadir di sini. “Pak Chano, bahkan sudah 20 tahun tak pernah mau diwawancara,” tegasnya, menyebut nama Rosano Barack, salah satu petinggi Plaza Indonesia yang dijadwalkan wawancara petang itu.

Itulah kisah pembuka pertemuan dengan tiga petinggi PT Plaza Indonesia Royalty, dalam rangka menyambut 20 tahun pusat perbelanjaan bergengsi tersebut beberapa waktu lalu. Ketiga pria tersebut adalah Franky Oesman Widjaja (Presiden Komisaris), Rosano Barack (Presiden Direktur), dan Boyke Gozali (Wakil Presiden Direktur). Ketika akhirnya Chano memasuki ruangan dan menyapa hangat, suasana sedikit mencair. Franky dan Boyke menyusul dua menit kemudian. (more…)

Read Full Post »

Bintang pun Menari di atas Pelangi

Hati adalah mata air inspirasi yang terus meletupkan bara kreativitas pada dirinya

2010

Sejarah mode Indonesia mencatat kehadiran Ghea Panggabean tiga puluh tahun lalu. Kala masyarakat Indonesia tertarik pada hembusan angin Barat, perempuan indo yang baru saja menyelesaikan sekolah mode di London ini malah mengulik inspirasi dari tradisi Indonesia – sesuatu yang justru dianggap jadul dan tak menarik. Namun siapa sangka, gaya “bule”-nya itu justru mampu memberikan ruh pada kain tradisi yang hampir mati, menjadi karya-karya yang cantik, dinamis, sekaligus klasik.

Hingga kini, namanya terus berkibar secara konsisten dengan gaya etnik. Sekiranya ada hal yang berbeda saat ini, barangkali hanyalah gaya desain yang kian matang, sebagaimana diri dan kehidupannya.

***

Rotterdam 1955

“Dia gadis kecil yang menyenangkan,” Sutadi Sukarya mengenangkan masa-masa bahagia ketika berada di Rotterdam, sebuah kota ketika anak sulung yang dibanggakan itu lahir, dan diberi nama Siti Giskaeni. Menurut tradisi Belanda, putri pertama dinamakan sama dengan nama depan neneknya. Seharusnya, ia pun diperlakukan sama, dipanggil dengan nama Gea. Namun karena sang ibu memiliki 14 saudara, bisa dibayangkan betapa banyaknya nama tersebut. Maka menyisiplah huruf h di tengah-tengah nama Gea. “Supaya bisa membedakan dengan nama anak lainnya,” limapuluh lima tahun kemudian, Sutadi mengisahkan awal perjalanan kehidupan Ghea. Di ruang kerja milik sang anak, nada kebanggaan tersirat dalam kata-katanya. (more…)

Read Full Post »

susi pudjiastuti

Berlayar dalam Gelombang

“Jangan pernah berpikir bahwa dunia akan memberimu tempat istimewa karena kamu seorang perempuan!”


Kisah ini berasal dari pantai Pangandaran. Bahkan mungkin juga akan berakhir di Pangandaran. Seorang anak kecil suka berdiri di sana. Matanya memandang lepas ke lautan. Membayangkan dirinya menjadi seorang ahli kelautan suatu saat. Memiliki kapal selam agar bisa menyelidiki sendiri rahasia di kedalaman. Kini perempuan itu sudah dewasa. Ia tumbuh dalam terpaan angin dan udara lautan. Itu yang membuatnya terlihat lebih matang dan perkasa. Meski demikian, tak ada yang berubah dari penampilannya. Masih tetap dengan rambut ikal yang kadang membuatnya terlihat sensual. Masih suka memandang lautan. Tapi ia bukanlah ahli kelautan seperti cita-citanya. Ia lah penguasa hasil laut dengan teknologi termodern di Indonesia yang kini beranjak ingin menguasai udara. Perempuan yang sudah berdaya itu bernama Susi Pudjiastuti. (more…)

Read Full Post »

Aji Rasa

jais darga


Percaya diri membuat perempuan tampak seksi! Percaya diri berarti berwawasan, berpengetahuan, berbahagia, dan menjaga kecantikan yang diberikan Tuhan.

Membuka halaman demi halaman kehidupan Jais Darga, kita seperti dibawa dalam sebuah petualangan yang seru juga menegangkan. “Bila aku sekarang meraih semua mimpi, setidaknya kamu mengerti bahwa jalan ini tidak pendek.  Penuh liku. Ada luka. Tapi aku selalu  memandang kehidupan dengan sisi optimis dan kerja yang sangat keras. Hanya kita sendiri yang mengerti makna bahagia, dan kitalah yang harus mewujudkannya,” katanya ketika ia akhirnya menyelesaikan wawancaranya dengan dewi. Jais, art dealer perempuan pertama di Indonesia, kini sudah berhasil “menaklukkan” kubu-kubu seni di Paris dan New York.

Sebuah meja dengan dua tempat duduk. Rokok. Segelas black coffee dan minuman capriosca adalah teman bercerita yang menyenangkan bersamanya. Suasana cozy dan nyaman di Grand Café, Grand Hyatt Jakarta kian mengalirkan hawa akrab malam itu. Sesekali ia menyapa beberapa orang yang dikenalnya. Namun memang tak mudah untuk masuk dalam relung hati terdalamnya, terutama bila menyangkut kisah lara yang akhirnya berpengaruh dalam jalan hidupnya. Ia lebih suka bicara tentang hal-hal yang menggembirakan, termasuk keperkasaan saat menaklukkan tantangan. “Hidup sudah sulit jangan lagi dipersulit. Buatlah ringan seperti makan kerupuk,”katanya. (more…)

Read Full Post »

« Newer Posts - Older Posts »