Feeds:
Posts
Comments

Posts Tagged ‘peneliti’

Terbang Bersama Mimpi                                                                             Connie Rahakundini Bakrie

Ia membebaskan diri dan pikiran-pikiran kritisnya melalui dunia pertahanan yang justru sangat penuh dengan aturan

connie rahakundini bakrie

 

“Are you happily married?” .

Kalimat itu disampaikan dengan nada tegas oleh Jendral bintang tiga Dinas Intelijen Israel (Mossad), Shlomo Gazit, di salah satu ruang di kantor di suatu sudut di Ramat Aviv, Tel Aviv, Israel. Perempuan yang duduk di kursi itu sedikit terhenyak. Suasana tegang menyelimuti. Di depannya  berdiri sosok dengan wajah dingin dan sedikit sombong. Tentu pertanyaan ini datang dari curriculum vitae yang menyebutkan nama suami yang juga seorang jendral di Indonesia, perempuan itu berkata pada dirinya sendiri. Namun, tiba-tiba muncul keberanian. “Maaf, apa maksud Anda menanyakan hal-hal yang sifatnya sangat pribadi?,”perempuan bersuara berat bernama Connie Rahakundini Bakrie itu kembali mempertanyakan.

Di lounge de Café, Mulia Hotel, Connie, 47 tahun, tersenyum mengenang kejadian yang pernah dialami beberapa tahun lalu kala ia sedang berada dalam suatu pertemuan wawancara untuk disertasi, The State Power – The Military element of The State Development. Shlomo Gazit duduk sebagai mantan ketua Amman (lembaga intelijen) di negara yang tak memiliki hubungan diplomatik dengan Indonesia itu adalah salah satu sumber yang diwawancarai. Connie sendiri adalah peneliti di INSS (Institute of National Security Studies), Tel Aviv, Israel. Saat ini, ia lebih dikenal sebagai pengamat pertahanan yang namanya dipertimbangkan di dalam dan luar negeri. (more…)

Advertisements

Read Full Post »

Memecah Sunyi

Jaleswarii by Hakim Satriyo

Meski suka berada di zona nyaman, ternyata ia terus mempertanyakan kemapanan

Senyuman ramah yang dipancarkan Jaleswari Pramodhawardani langsung memupus sepi yang sejak tadi terasakan saat menginjak gedung Widya Graha, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI),Jakarta, pukul sepuluh pagi. Di tempat Dhanny– nama akrabnya – bekerja sebagai peneliti itu tak terlihat sedikitpun tetamu. Tak ada penjaga yang memeriksa tas pengunjung seperti dilakukan gedung-gedung tinggi. “Sunyi?,” ia tertawa. Dan tawa renyah itulah yang memberi tanda bahwa ada “kehidupan” disana.

Belakangan ini sulit mencari Dhanny. Ia sedang banyak kesibukan di Kementrian Pertahanan dan Markas Besar TNI. “Saya sedang diminta bicara mengenai deradikalisasi, NII, Pancasila, dan ketahanan bangsa,”perempuan berkarakter feminin yang dikenal sebagai peneliti militer di Indonesiaitu menjelaskan. Di sisi lain, ia tengah mengkoordinir penelitian mengenai hak atas kepemilikan – sebuah serial lanjutan dari perempuan dan hak atas seksualitasnya. (more…)

Read Full Post »

Dna Kehidupan

Herawati Sudoyo

Ia percaya kebahagiaan bisa diraih bila diperjuangkan dengan ketangguhan

herawati sudoyo

herawati sudoyo

Dr. Herawati Sudoyo, Ph.D. adalah penganalisa dna forensik dari Lembaga Biologi Molekul Eijkman, Jakarta, Indonesia. Lahir tanggal 2 November 1951. Teman-temannya mengenal ia sebagai ilmuwan yang amat cermat dan teliti, kendati selalu berusaha tampil modis. Meski dibesarkan dalam keluarga tentara, hubungannya dengan Kepolisian Republik Indonesia berjalan amat mesra. Ia pernah mendapatkan Wing Kehormatan Kedokteran Kepolisian (2007), penghargaan Habibi Award untuk kemajuan ilmu kedokteran dan bioteknologi dan Australia Alumni Award for Scientific and Research Innovation (2008). Ketika bom meledak di Bali dan kemudian di Kedutaan Besar Australia di Jakarta, dalam waktu 13 hari, ia berhasil mengenali pelaku melalaui metode analisis forensik dari DNA mitokondria.

Kisah di atas bukanlah sebuah pengenalan nama tokoh seperti yang ada dalam film dan serial televisi CBS, Amerika, Crime Scene Investigation (CSI) yang memenangkan Penghargaan Emmy. Herawati, adalah sebuah nama nyata di Indonesia, yang dalam pekerjaannya melakukan aktivitas serupa kelompok tim forensik Las Vegas dalam menguak sebuah misteri, kematian tak wajar, dan kejahatan lainnya. Termasuk bom bunuh diri. “Berbeda dengan kasus pengeboman di Amerika dimana para pengebom mengaku bertanggung jawab, di Indonesia tidak pernah ada. Akhirnya kami bisa temukan pelakunya dari metode DNA forensik. Ini seperti pekerjaan yang sangat menantang. Seperti CSI,”katanya gembira. (more…)

Read Full Post »