Feeds:
Posts
Comments

Posts Tagged ‘fashion’

Menantang Angan

emirsyah satar

Dunianya berkelana dari satu tempat ke tempat lain, tapi tidak untuk cintanya

Selalu berpakaian rapi, memberikan senyuman, dan menaburkan aroma wewangian di sekelilingnya. Setidaknya suasana itulah yang terasakan kala menemui Direktur Garuda Indonesia, Emirsyah Satar, dalam tiga pertemuan yang berbeda-beda. Apakah itu pada sebuah perjumpaan di pagi hari di sebuah restoran di Hotel Mulia, ruang press conference di Singapore Air Show 2010, ataukah di meja kerjanya di kantornya yang terletak di Cengkareng. Meski, arloji belum menunjukkan genap angka 8 pagi, Emir sudah berada di posisinya. Hanya empat puluh lima menit waktu yang diberikan untuk melangsungkan wawancara. (more…)

Read Full Post »

Bintang pun Menari di atas Pelangi

Hati adalah mata air inspirasi yang terus meletupkan bara kreativitas pada dirinya

2010

Sejarah mode Indonesia mencatat kehadiran Ghea Panggabean tiga puluh tahun lalu. Kala masyarakat Indonesia tertarik pada hembusan angin Barat, perempuan indo yang baru saja menyelesaikan sekolah mode di London ini malah mengulik inspirasi dari tradisi Indonesia – sesuatu yang justru dianggap jadul dan tak menarik. Namun siapa sangka, gaya “bule”-nya itu justru mampu memberikan ruh pada kain tradisi yang hampir mati, menjadi karya-karya yang cantik, dinamis, sekaligus klasik.

Hingga kini, namanya terus berkibar secara konsisten dengan gaya etnik. Sekiranya ada hal yang berbeda saat ini, barangkali hanyalah gaya desain yang kian matang, sebagaimana diri dan kehidupannya.

***

Rotterdam 1955

“Dia gadis kecil yang menyenangkan,” Sutadi Sukarya mengenangkan masa-masa bahagia ketika berada di Rotterdam, sebuah kota ketika anak sulung yang dibanggakan itu lahir, dan diberi nama Siti Giskaeni. Menurut tradisi Belanda, putri pertama dinamakan sama dengan nama depan neneknya. Seharusnya, ia pun diperlakukan sama, dipanggil dengan nama Gea. Namun karena sang ibu memiliki 14 saudara, bisa dibayangkan betapa banyaknya nama tersebut. Maka menyisiplah huruf h di tengah-tengah nama Gea. “Supaya bisa membedakan dengan nama anak lainnya,” limapuluh lima tahun kemudian, Sutadi mengisahkan awal perjalanan kehidupan Ghea. Di ruang kerja milik sang anak, nada kebanggaan tersirat dalam kata-katanya. (more…)

Read Full Post »

Di Balik Panggung

rinny noor

rinny noor

Di balik gemerlap panggung musik, ada kesederhanaan ia dalam membuat semua mimpi artis menjadi nyata

“Dia menunjukkan padaku sebuah peta dunia dan membukanya di atas meja. Lalu ia bertanya, ‘Nah, Rinny, sekarang tunjukkan padaku, di mana letak Indonesia.'”

Rinny Noor tersenyum. Sebuah kenangan indah bersama Bill Graham kembali mengusik pikirannya. Alunan musik terompet dan hawa dingin yang merasuki ruang privat Restoran Seribu Rasa, Jakarta, kian menghanyutkannya. Ia menikmati suasana itu, bersamaan dengan kepulan asap rokoknya yang terus menerus dihisapnya, mengenang sebuah kisah sangat berkesan ketika menginjakkan kakinya di kantor Bill di San Fransisco, 22 tahun lalu. Bill adalah legenda promotor tur musik rock dunia yang pernah membawa Santana dan Rolling Stone dari Eropa menuju Amerika. Pertemuan bersejarah itu tak hanya membuat mimpi bertemu sang idola menjadi nyata, namun juga mengarahkan biduk kehidupannya di kemudian hari menjadi seorang promotor musik yang sukses. (more…)

Read Full Post »

Di Balik Senyum

Poppy Dharsono

Poppy Dharsono

Poppy Dharsono

Samudera yang tenang biasanya menyembunyikan palung-palung yang dalamnya tak terkirakan

Sepanjang tiga puluh satu tahun berkecimpung dalam dunia fashion Indonesia, tak banyak yang berubah dalam penampilan sosok Poppy Susanti Dharsono. Senyum, gaya berdandan, citranya, hampir konsisten selama itu. Hidupnya seperti konstan meskipun banyak berita mewarnainya. Ia begitu pandai menyimpan semua hal, menyakitkan dan membahagiakan, dalam dalam laci-laci yang rapi, dan terus menjalani kehidupan dalam balutan citra keanggunan dan senyuman yang selalu menyembul di balik kacamata kesayangannya.

Ia adalah seorang pelaku sejarah yang menggerakkan roda industri fashion di Indonesia. Bekal pendidikan dari sekolah model dan fashion di Paris dengan segera memberikan darah segar bagi perkembangan fashion yang masa tahun 70-an masih didominasi oleh para dress maker seperti Prayudi dan Peter Sie. Ia pula yang meletakkan landasan fashion sebagai industri dengan mengenalkan konsep ready to wear. Tiga puluh satu tahun sudah ia memulai usahanya, dan hingga kini nama dan usahanya terus melaju bersama waktu. (more…)

Read Full Post »

Obin,

Perempuan Anomali dari Jalan Kopi

 

Obin (Josephine Komara)

Obin (Josephine Komara)

Dia adalah perempuan dari masa lalu, di masa kini, untuk masa depan Indonesia

 

Josephine Werratie Komara alias Obin tak pernah mau bercerita tentang dirinya sendiri. Maka artikel ini merupakan hasil wawancara dari lebih dari 13 orang. Diantaranya August Parengkuan, Melly Budiman, John Suryaatmadja, Inet Leimena, Erlangga Komara, Ronny Siswadi, Karlina Supelli, Bondan Winarno, Maria, Wita, dan masih banyak lagi. Obin sesekali memberikan komentar atas berbagai pandangan mereka atas dirinya. “Masak gue yang harus cerita tentang diriku sendiri.. Biar mereka saja bicara tentang gue….,”katanya.

 

***

 

Gadis kecil itu terpaku di depan sebuah ember. Tubuhnya membungkuk, matanya tertumbuk pada gerakan air yang yang berputar di dalamnya. Dia mengamati dengan seksama bagaimana cairan putih pembersih lantai itu berputar, berputar, lantas meluruh bersama air bersih.  Ia lupa –tepatnya tidak peduli–  dengan segala hal yang ada di sekelilingnya saat itu. Lalu imajinasinya tumbuh, membayangkan dirinya sebagai cairan putih pembersih lantai yang meluruh bersama air.  (more…)

Read Full Post »

Susanna yang Tidak Biasa.

susanna perini

Meskipun butiknya bernama “Biasa”, Susana Perini adalah seorang pemikir dalam di bidang fashion dan seni. Ia sama sekali jauh dari konvensi

Bali dan Biasa. Dua kata ini seolah tak terpisahkan satu sama lain. Butik busana kontemporer ini memang selalu melekat erat ketika bicara ranah mode Bali di percaturan mode internasional. Biasa memiliki karakter busana yang boleh jadi berseberangan dengan apa yang disebut diktum mode. Gaya bajunya tak berstruktur, tak ada jaket, tak ada ukuran standar, tapi dengan formula yang selalu terasa elegan untuk busana tropis. Jelas ini bukan standar fashion biasa. Namun keberbedaan ini justru membuat Biasa tampil menonjol. Inilah hasil kerja keras dan semangat baja Susanna Perini, sang pemilik butik. (more…)

Read Full Post »

Negeri Mimpi

Irwan Danny Mussry

Irwan Danny Mussry

Irwan Danny Mussry

Ketika berada di negeri mimpi-mimpi, dia selalu merindukan wanita dengan karakter kuat dan bersahaja agar mengingatkannya untuk selalu menginjak bumi

Kesegaran alam tampak terasakan begitu memasuki ruang kerja Irwan D. Mussry. Di ujung ruang, setangkai bunga Lili putih segar diletakkan. Deretan lukisan pemandangan alam pedesaan berjajar di dinding seolah membangunkan kerinduan akan suasana yang damai. “Kita mau bicara dimana..”,suara Irwan tiba-tiba memecah perhatian. Ia menawarkan tiga suasana yang berbeda di ruangan itu: di meja kerjanya yang formal dengan pemandangan lukisan abstrak merah menyala yang dikombinasi dengan lukisan gunung John van Der Sterren, ruang meeting yang hangat dengan pandangan luas, atau suasana intim di meja kecil tempat bunga Lili itu diletakkan.

Alunan musik jazz dengan pengaturan cahaya lembut di ruangan itu memang membuat nyaman siapapun yang datang. Suasana terasa hangat dan welcome. Penataan interior, warna ruangan dan pemilihan lukisan menunjukkan kelas dan kesukaan Irwan, President dan CEO PT Timerindo Perkasa International (Time International) yang menjadi agen-agen jam tangan mewah di Indonesia. Tak terlihat sesuatu yang “bling-bling” di sana, namun cita-rasa yang ditawarkannya dalam kesederhanaan membuat ruangan ini berkesan elegan, “mahal” dan berkelas. (more…)

Read Full Post »

« Newer Posts - Older Posts »