Feeds:
Posts
Comments

Posts Tagged ‘ekonom’

Hidup Ini Indah, Fauzi…

fauzi ichsan

Ia merasa bahwa keberhasilan yang diraihnya terjadi karena ketulusan cinta yang mengelilinginya

Waktu rasanya membeku saat Fauzi Ichsan bercerita tentang dirinya. Bar dan lounge Bibliotheque yang penuh di Jumat sore itu terasa senyap, terbawa kisah. Andai boleh mengutip memoar Sidney Sheldon dalam The Other Side of Me, maka alur kehidupan yang dialami Fauzi tak jauh dari pesan kehidupan tersebut. Hidupnya ibarat novel. Sesekali penuh ketegangan. Sesekali penuh kejutan. Setiap hari selalu berbeda. Ia tak kan pernah tahu apa yang terjadi kemudian, tanpa membuka halaman-halaman berikutnya. Tanpa kekuatan dan keberanian, mungkin ia tak akan pernah sampai di sini. Mungkin.

Fauzi genap 40 tahun saat ini – sebuah usia puncak bagi seorang pria. Ia adalah Direktur, Senior Vice President Standard Chartered Bank, Indonesia. Selain bertugas sebagai pemimpin tim ekonomi di bank tersebut, ia juga menjadi konsultan pada Departemen Keuangan, Bank Indonesia, dan Kementrian Luar Negeri. Di tengah kesibukan kantor, dan urusan Bank Century – di mana pendapatnya banyak dikutip media – ia menyediakan waktu. Pertemuan ini sudah berlangsung beberapa kali. Terakhir, ia memilih Bibliotheque sebagai tempat wawancara. Ia datang dengan gaya kasual, pada sebuah sore menjelang senja.

Di meja paling ujung bar dan lounge itu, ia menyimpulkan perjalanan hidupnya. “Pengalaman selama ini menyatakan bahwa hidup saya hanya mengikuti takdir. Semuanya seperti “sudah diarahkan”. Semuanya sering tak terduga. Jadi, saya menjalankan yang terbaik saja,” ujarnya, mengelak mengatakan rencana masa depannya. “Namun satu hal terpenting dalam hidup saya adalah soal kebahagiaan. Baru saat inilah saya merasakan hidup saya benar-benar normal,” ia tertawa lepas, lesung pipi kirinya langsung terlihat. (more…)

Advertisements

Read Full Post »

fauzi ichsanfauzi ichsan

Meraih Makna Cinta

Takdir telah membawanya menjadi VP Senior Head of Government Relations and Economist Standart Chartered Bank pada usianya yang relatif muda. Jika tidak, seperti yang dikatakannya, mungkin ia akan menjadi seniman, seperti yang pernah dicita-citakan. Maka ketika dewasa, putra tunggal Poppy Darsono dan Firman Ichsan ini merasa bahwa perpisahan keduanya pada usia yang masih belia – yang membuat ia dengan suka cita dikirim ke sekolah asrama di Inggris dari usia 12 tahun- telah membentangkan jalan hidupnya kini. “Walaupun dulu rasanya sedih sekali, tapi kini saya merasa bahwa selalu alasan di balik sebuah peristiwa.” (more…)

Read Full Post »

Mari Pangestu

Mari Pangestu

Bernavigasi Antara Pilihan

Keseimbangan adalah mitos yang ingin dipatahkan Mari, baik pada saat menjalankan tugas kenegaraan maupun kehidupan rumah tangganya.

Di tengah kecamuk pergantian kabinet beberapa waktu lalu, Dewi menemui Mari Elka Pangestu. Menteri Perdagangan Kabinet Indonesia Bersatu ini terlihat begitu tenang, biasa, tak ada tanda-tanda merasa menang atas posisinya yang masih tetap dipertahankan oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. “Jabatan adalah sebuah amanah,” ungkapnya.

Mari merupakan sosok wanita yang cerdas, berwawasan luas dan penuh percaya diri. Meskipun demikian, putri ekonom senior Panglaykim (JE Pangestu) ini memiliki pribadi yang hangat, rendah hati, santun dan penuh perhatian dengan lawan bicaranya. Wajar saja, bila ia begitu mudah beradaptasi dan diterima berbagai kalangan. Setidaknya, dalam beberapa pigura, terlihat kedekatannya dengan beberapa sosok penting dunia, seperti Tony Blair. Di salah satu pigura, terlihat keakraban Presiden Amerika George Bush memegang erat pundak Mari, dengan ekspresi yang tak dibuat-buat. (more…)

Read Full Post »

Sri Mulyani Indrawati * (revised)

Reformasi Tidak Setengah Hati

Sri Mulyani Indrawati

Sri Mulyani Indrawati

”Saya menganggap, saya diangkat bukan karena perempuan”

Di kalangan kabinet persatuan, boleh dibilang nama Sri Mulyani Indrawati cukup menonjol. Selain memegang jabatan cukup menantang sebagai Menteri Keuangan –di mana ia harus mengelola anggaran negara sebanyak Rp.750 trilyun, berhubungan dengan para wajib pajak, eksportir, importir, pelaku bursa saham hingga semua instansi pemerintah—ia juga sedang melakukan reformasi besar-besaran di lingkungan departemennya. Di tengah memburuknya reputasi departemen yang dipimpin, Anik—nama akrabnya– ingin mengembalikan fungsi birokrasi dalam arti yang sesungguhnya sebagai pelayan masyarakat.

Ekonom Moh. Chatib Basri mengomentari seniornya itu sebagai salah satu menteri yang memiliki performa dan kinerja terbaik. ”Saya kira berkaitan dengan karakter Anik yang tegas, perfeksionis, dia pasti akan tegas melakukannya. Dia itu tipe orang yang kalau punya obsesi dan target tidak gampang menyerah,” Chatib menampakkan optimismenya. Dan memang inilah yang diharapkan. Dalam dua tahun terakhir bisa dibilang kerja besar yang dilakukannya telah memberikan sinyal yang lebih baik, lepas itu belum sampai pada target yang diraih: ”menjadikan depkeu selalu setia menjada kepentingan negara Indonesia di tengah globalisasi, dipercaya dan dibanggakan rakyat Indonesia.” (more…)

Read Full Post »