Feeds:
Posts
Comments

Posts Tagged ‘aktivis’

Menuju Ke Akar Yudi Latif

Ia menemukan diri dengan cara menziarahi akar genetik dan sosial budaya yang telah menjadikannya

yudi latif

“Dalam kebimbangan arah hidup, jalan terbaik pulang ke akar.” Sebuah ungkapan Yudi Latif di laman twitter seperti memberi jalan untuk mengenalnya dengan lebih baik. Berbagai peristiwa dan sekaligus sejarah dirinya dalam memberi warna dalam percaturan intelektual di Indonesia pun tak lepas dari pernyataan ini. Aktivitas terakhirnya ialah ketika ia meluncurkan buku terbarunya: Negara Pancasila (NP). Di tengah situasi sosial politik Indonesia saat ini, kelahiran buku yang mengupas tuntas mengenai Pancasila menjadi jawabannya: mengembalikan Indonesia pada tempatnya, akarnya, jiwanya.  (more…)

Read Full Post »

Menuju Satu Bintang

Ninuk Widyantoro

Kalau punya cita-cita yang jelas, pasti hidup kita akan lebih sederhana. Tidak pernah rumit. Percayalah. 

Perjalanan kehidupan adalah sebuah misteri yang terselubung dalam setiap peristiwa. Tak setiap manusia bisa memaknainya, hingga tiba dalam suatu masa ketika ia disadarkan akan setiap hal dalam catatan kehidupannya. Pun demikian halnya dengan Ninuk Widyantoro, psikolog dan seorang aktivis kesehatan reproduksi perempuan. Aktivitas dalam bidang kesehatan itu akhirnya bisa memadukan keinginan batinnya menjadi seorang guru tk seperti yang dicita-citakannya dan menjadi “dokter” seperti yang diinginkan oleh ayahnya.

Saat ini, ia adalah Ketua Yayasan Kesehatan Perempuan (YKP), yang memperjuangkan perlindungan hukum terutama bagi kesehatan kaum  perempuan. Ia termasuk psikolog pertama di Indonesia yang menyusun panduan konseling Keluarga Berencana, saat itu untuk Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI), sebuah LSM tertua yang memelopori gerakan Keluarga Berencana (KB) di Indonesia. Modul konseling training yang dibuatnya juga dipakai di berbagai negara, seperti Vietnam, Iran, Turki, Azerbaijan, Kazakhtan,  Bangladesh dan sebagainya. (more…)

Read Full Post »

Memecah Sunyi

Jaleswarii by Hakim Satriyo

Meski suka berada di zona nyaman, ternyata ia terus mempertanyakan kemapanan

Senyuman ramah yang dipancarkan Jaleswari Pramodhawardani langsung memupus sepi yang sejak tadi terasakan saat menginjak gedung Widya Graha, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI),Jakarta, pukul sepuluh pagi. Di tempat Dhanny– nama akrabnya – bekerja sebagai peneliti itu tak terlihat sedikitpun tetamu. Tak ada penjaga yang memeriksa tas pengunjung seperti dilakukan gedung-gedung tinggi. “Sunyi?,” ia tertawa. Dan tawa renyah itulah yang memberi tanda bahwa ada “kehidupan” disana.

Belakangan ini sulit mencari Dhanny. Ia sedang banyak kesibukan di Kementrian Pertahanan dan Markas Besar TNI. “Saya sedang diminta bicara mengenai deradikalisasi, NII, Pancasila, dan ketahanan bangsa,”perempuan berkarakter feminin yang dikenal sebagai peneliti militer di Indonesiaitu menjelaskan. Di sisi lain, ia tengah mengkoordinir penelitian mengenai hak atas kepemilikan – sebuah serial lanjutan dari perempuan dan hak atas seksualitasnya. (more…)

Read Full Post »

Un-edited!

yenny wahid

Kali ini, ia bicara tentang perjalanan panjang hidupnya yang tak pernah tersentuh oleh sorot kamera

Ah.. Kau pasti hanya tahu hidupku bergelimang nikmat. Padahal jauh dari itu, hidupku adalah sebuah perjuangan panjang yang teramat berat.

Perempuan berambut sebahu itu lalu tertawa.  Wajahnya tampak senang, meski ia baru saja mengucapkan sesuatu yang terasa getir. Tapi itulah Zannuba Ariffah Chafsoh Rahman Wahid, sosok perempuan berdaya yang selalu disapa dengan nama Yenny Wahid. Sepanjang wawancara, ia begitu riang, hangat, ramah dan menyenangkan kendati beberapa waktu lalu ia dikeluarkan dari partai yang dibuatnya. (more…)

Read Full Post »

Melebur dalam Peran

Anas Urbaningrum

Kini ia percaya benar bahwa perjalanan hidupnya dipenuhi dengan “invisible hand”

Seandainya saja perilaku seseorang bisa dicerminkan melalui bahasa, barangkali Anas Urbaningrum akan dengan sangat mudah diinterpretasikan. Dia adalah orang yang berbahasa dengan sangat rapi, terstruktur, dan berisi. Setiap kalimat yang diucapkan, lengkap dengan tanda-tanda bacanya, ia katakan dengan sangat baik dalam bahasa lisan – sesuatu yang spontan begitu saja hadir dan mengalir. Tak ada bahasa puitis yang memeluntir sehingga memerlukan energi ekstra, karena setiap kata yang terucap sudah langsung menuju pada maknanya.

Kerapihannya dalam menyusun kalimat dan senantiasa meluncurkan kalimat yang sejuk-kendati untuk mengkritik lawan telah mencuri perhatian banyak pihak belakangan ini. Ia juga disebut-sebut sebagai seseorang di balik kesuksesan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di mana ia duduk sebagai salah satu tim suksesnya. Dalam berpolitik, ia selalu terlihat santun, tidak pernah menyakiti pihak lain, pilihan menjawab “serangan” pun dilakukan secara taktis dan diplomatis.  Hal positif inilah yang membuat ia menjadi salah satu politisi muda yang paling menonjol di Indonesia. (more…)

Read Full Post »

Kado Cinta untuk Bapak

yenny wahid

yenny wahid

Kali ini, biarkan dia bercerita tentang diri dan kesehariannya di luar sorot kamera

“Ah.. Kau pasti hanya tahu hidupku bergelimang nikmat. Padahal jauh dari itu, hidupku adalah sebuah perjuangan panjang yang teramat berat.” Perempuan berambut sebahu itu lalu tertawa.  Wajahnya tampak senang, meski ia baru saja mengucapkan sesuatu yang terasa getir. Tapi itulah Zannuba Ariffah Chafsoh Rahman Wahid, sosok perempuan berdaya yang selalu disapa dengan nama Yenny Wahid. Siang itu, ia mengenakan terusan putih tanpa lengan yang dipadu dengan kardigan warna hitam, senada dengan boot panjangnya. Rambutnya dibiarkan tergerai  dengan bando mutiara berpita hitam. Tahi lalat di atas hidung yang menjadi ciri khasnya kini sudah dihilangkan. Wajahnya bersih dan berseri-seri. “Kaget ya.. inilah penampilan sehari-hariku,”ujarnya memberi senyuman. (more…)

Read Full Post »

Bulan di balik Awan Hitam

Gede Mahendra Yasa

Gede Mahendra Yasa

Ia berdayakan seluruh kelemahan dan penderitaan selama bertahun-tahun menjadi sebuah kekuatan dalam menata hidup dan masa depan.

Di akhir senja,  Gede Mahendra Yasa bisa bercerita tentang dirinya. Formalitas yang tampak di jam-jam pertama pertemuan tak lagi ada. Seniman Bali yang baru saja meraih penghargaan Award of Mapping Asia di CIGE 2009 ini rupanya memerlukan waktu yang khusus untuk memanggil mood-nya. Di atas balkon SigiArt, menghadap keramaian kota, dan matahari jatuh di kejauhan, ia  “membawa” dewi menuju rumah-rumah masa lalunya nun jauh di sana, di Singaraja.

“Singaraja adalah Bali Utara,” Hendra, nama akrabnya, membuka pertemuan dengan perbincangan serius. Wilayah ini memiliki tradisi sedikit berbeda dibandingkan dengan Bali Selatan yang masih ketat memegang adat – tempat banyak seniman asal Bali yang namanya kini menanjak dalam percaturan seni rupa Asia Tenggara. Karena terletak di pesisiran, pernah menjadi ibu kota propinsi di masa pendudukan Belanda, kehidupan masyarakatnya jauh lebih dinamis. Apalagi ia dilahirkan dari keluarga berkecukupan dan tinggal di wilayah perkotaan. Ayahnya seorang dokter. Hubungan dengan tradisi Bali pun relatif longgar karenanya. “Boleh dibilang Bali abangan. Perkenalanku dengan wayang justru dari RA Kosasih.” (more…)

Read Full Post »

Nyanyian Tubuh

dolorosa sinaga

dolorosa sinaga

Ia sublimasikan tradisi menyanyinya dalam tubuh-tubuh patung-patung yang menyuarakan kebebasan dan kemerdekaan untuk perempuan

Bila diandaikan sebuah musik, patung-patung ciptaan Dolorosa Sinaga tentunya membentuk sebuah orkestra musik yang indah dan dramatik. Situasi ini terbangkitkan melalui bentuk keseluruhan patung yang begitu bergerak dan bercerita. Terlihat dari struktur tubuh, eskpresi, gestur, gerakan, tekstur patung, yang akhirnya memunculkan sebuah gerakan, melawan, bermain sepenuhnya mengikuti kata hati. Perasaan itulah yang muncul ketika dewi memasuki ruang studio Dolorosa akhir Juni lalu. Patung-patung yang “menghuni” ruangan seperti hidup, melayang-layang ruhnya, dan seolah ikut bercengkerama dengan makluk hidup yang memasuki wilayahnya. (more…)

Read Full Post »

Aktivis LSM Bersepatu Boot

yuyun ismawati

yuyun ismawati

Ia ingin menjadi bagian dari sebuah perubahan. Kendati untuk itu ia harus berbenturan dengan segala persoalan yang sepertinya tak bisa diselesaikan

Apa lagi kata yang lebih tepat untuk menggambarkan Yuyun Ismawati kecuali sifat pemberontaknya yang sangat menonjol? Ibu tunggal dengan dua anak perempuan ini  memang benar-benar memberontak dengan segala sistim yang ada dan mencoba menciptakan tatanan tersendiri yang menyangkut sampah dan sanitasi –sesuatu yang pasti tak berbau wangi dan selalu dijauhi. Sebaliknya, ia memikirkan, menggalang, dan melata bersama komunitas masyarakat pengguna sampah sehingga sampah menjadi benda yang berharga sebelum akhirnya dibuang. Atas dasar itulah ia mendapatkan penghargaan Goldman Prize Award 2009, atau yang sering disebut nobel dalam bidang lingkungan. (more…)

Read Full Post »

“Rumah Idaman”

anies baswedan

anies baswedan

Keberhasilannya selama ini barangkali datang dari sudut pandang yang penuh optimisme terhadap segala hal tentang kehidupan

Di antara 100 intelektual dunia versi jurnal Foreign Policy (Amerika Serikat) 2008, terdapat nama Anies Baswedan. Pria 40 tahun yang dikenal sebagai peneliti dan kini menjadi Rektor di Universitas Paramadina, Jakarta, tercatat bersama nama-nama besar intelektual penting dunia seperti Samuel Huntington, Francis Fukuyama, dan Thomas Friedman. Prestasi ini tak berhenti sampai di situ. Awal tahun, ia dikukuhkan sebagai Young Global Leaders 2009 oleh World Economic Forum yang berpusat di Jenewa.

Kebesaran namanya tidak lantas membuatnya arogan. Hal itu sangat terasakan saat menemui Anies dalam beberapa kesempatan di tengah padatnya agenda. Sebaliknya, ia sangat rendah hati dan santun. Wawasannya yang luas ditambah ilmu retoriknya yang luar biasa membuat suasana wawancara terasa seperti bapak yang bercerita untuk anaknya. Senyum dan tawa renyahnya banyak mewarnai. Saat ditemui di kampus, ia mengenakan kemeja putih lengan pendek dengan celana panjang hitam, yang rupanya seragam dengan beberapa stafnya, ia tampak begitu bersahaja. (more…)

Read Full Post »

« Newer Posts - Older Posts »