Feeds:
Posts
Comments

Archive for the ‘Uncategorized’ Category

Melintas Cakrawala*

Ahok by Indra Leonardi

Ahok by Indra Leonardi

 

Ia mengibaratkan diri sebagai elang hitam yang menempuh ribuan pelajaran kehidupan demi meraih kemashuran

 

 

Senja itu Basuki Tjahaja Purnama membiarkan pikirannya mengelana melompati masa.

“Bapakku mimpi aku jadi presiden.”

Ia mengawali pembicaraan dengan hal yang agak mengejutkan. Nada suaranya kalem. Tak biasanya Ahok, sapa akrab Wakil Gubernur DKI Jakarta, bercerita tentang ambisinya. Di tengah deru wacana Calon Presiden memenuhi pemberitaan di Indonesia, ia lebih banyak fokus pada berbagai rencana dan kerja yang sedang dilakoni. Itu saja. Namun mungkin hari itu sedang tak biasa. Seluruh pekerjaan rutin di kantor sebelum pulang telah diselesaikan: membaca laporan bertumpuk-tumpuk, memberi tanda, dan akhirnya seluruh berkas dibersihkan dari meja.

(more…)

Read Full Post »

Cover Cermin Miranda

Cover Cermin Miranda

From zero to hero, from hero to zero. Inilah kisah tentang dia. Miranda Goeltom.

Bahkan ketika kali pertama kali menuju Gedung KPK, hati saya sudah berdegup kencang. Keringat dingin muncul. Aneh memang, padahal, semestinya perasaan itu tak ada, karena (semoga) saya tak ada urusan dengan KPK. Mungkin karena nama besar KPK yang selama ini memiliki reputasi sebagai institusi yang paling tegas terhadap penegakan hukum.

Namun rupanya degupan kencang itu beralasan. Ketika mobil berhenti di dekat lobi, sejurus mata memandang pada kedatangan saya. Klik klik, saya merasa mendengar jepretan kamera, terdengar ragu. Suasana ini membuat saya kagok. Apalagi ketika saya sedang duduk, ada kamera menyorot. (Belakangan saya tahu, pada hari itu rencana ada pemeriksaan terhadap salah satu istri muda seorang tersangka)

“Mau bertemu … ?” Suara itu memecah ketakutan yang sejak tadi menemani saya. (more…)

Read Full Post »

Kecantikan Juara

metta murdaya

Kesadaran bahwa uang bukan segalanya banyak memengaruhi perspektifnya dalam melihat bisnis dan kehidupan

Akhirnya Juara masuk Indonesia. Juara adalah label produk perawatan kulit inspirasi Indonesia yang berpusat di Amerika. Metta Murdaya, CEO dan Presiden Direktur Juara, mengumumkannya beberapa waktu lalu. Ia tampak bangga dengan keberhasilan produk yang telah diluncurkannya delapan tahun lalu di Amerika. Sukses membuka pasar Amerika dan Kanada, kini ia berharap besar di Indonesia. Sepanjang wawancara di Jakarta, Metta tampak antusias membicarakan produk dan seluruh kerjakerasnya selama ini. Wajahnya bersih, dan kulitnya terlihat sehat. Ia bicara tentang optimisme.

Empat tahun lalu, sosoknya mengisi profil dewi. Kala itu, ia tengah menikmati bisnisnya merambat naik. Rambutnya panjang dan indah. Senyumnya cerah. Bila waktu itu kedatangannya ke Indonesia atas permintaan orangtuanya – pasangan Hartati dan Murdaya Poo, pengusaha papan atas Indonesia –  untuk menghadiri pesta pernikahan adik lelakinya, kali ini untuk kepentingan diri dan bisnisnya. Pesan yang disampaikan lebih berdaya. Rambutnya kini pendek. Bingkai kacamata warna merah semakin menegaskan karakternya, selain memberi kontras pada kulitnya. Pembicaraannya kian matang dan tegas, diseling kisah seru berbagai aktivitas “senang-senang” yang dibincangkan. (more…)

Read Full Post »

Adrenaline Junkie

raja sapta oktohari

Kehidupan ini telah mengajarkan banyak hal padanya ketimbang buku teori yang berjilid-jilid

 

Adrenaline junkie alias penikmat berselancar dalam setiap tantangan. Boleh jadi istilah itu dialamatkan pada Raja Sapta Oktohari, pengusaha muda yang kini menjabat sebagai Ketua Umum Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI). Sejauh aktivitas dan usaha yang ditekuninya selalu saja diikuti dengan intuisi dan sisi petualangan. Sebut saja menjadi promotor tinju, mengadakan Fomula Asia Drift, mendatangkan artis Justin Bieber atau David Foster, pertambangan, beras, hingga persewaan pesawat jet. Di sisi lain, ia adalah penggagas gerakan Bike to Work di Kalimantan Barat.

 

Tak perlu waktu lama untuk mengenal Okto, panggilan akrabnya. Hanya dalam hitungan menit, perbicangan dengannya sudah langsung cair. Karakternya yang kuat dan tegas langsung terbaca. Ia memang tak suka basa-basi, cenderung ceplas-ceplos, langsung pada sasaran, namun tetap disampaikan dengan cara yang luwes. Jawaban-jawabannya acapkali di luar dugaan, cerdas, dan ada sisi humor. Selalu ada hal baru yang disampaikannya. “Saya selalu memberikan bahan yang berbeda pada setiap wartawan yang mewawancarai (profil) saya sehingga mereka bisa merasa istimewa,” ujarnya. (more…)

Read Full Post »

Membuka Kotak Rahasia

 

 

Ia mengolah tekanan menjadi tantangan. Buah perjuangan selalu berbanding lurus dengan keberhasilan.

 

Pada sebuah senja, di bangku restoran Indonesia Palalada, Catharina Widjaja membuka kisah lama. Kisah yang mungkin saja sudah hampir terhapus dari ingatan, atau bahkan disembunyikan. Kala akhirnya ia membuka ‘kotak rahasia’ itu, lawan bicaranya seperti dibawa dalam lorong waktu dan perasaan luar biasa, meski dikisahkan dengan nada penuh kehati-hatian sehingga tak terasa ada unsur dramatis yang ingin ditonjolkan. Kesuksesan adalah sebuah perjalanan kehidupan yang teramat mahal dan panjang, kendati terasa cepat sekarang.

 

Cath, sapa akrabnya, adalah Direktur Gajah Tunggal (GT), produser ban terintegrasi terbesar di Asia Tenggara, sekaligus Managing Director di Alun-Alun Indonesia, retail produk Indonesia yang terkemuka. Ia adalah salah satu penerima penghargaan Perempuan Pemimpin Indonesia 2012, Kategori Perusahaan Publik, versi Ideku Group (Business Review, Cleopatra, dan Woman Review). Meski menduduki jabatan bergengsi, ia terkesan ramah dan rendah hati. Meski tegas, senyuman tak pernah lepas dari gayanya saat berbincang. (more…)

Read Full Post »

Universitas Kehidupan

danang widoyoko

Ia menikmati dunia yang penuh tantangan sebagai sarana untuk meraih ilmu langsung dari universitas kehidupan

Suasana terasa ramai di kantor Indonesia Corruption Watch (ICW) siang itu. Puluhan anak-anak muda tengah berkumpul, bercengkerama, berdiskusi, dan melakukan kliping tentang korupsi. Mereka adalah volunteer yang tengah memelajari dunia korupsi di Indonesia. Terik matahari yang memasuki ruangan melalui celah-celah atap dan jendela tidak sedikitpun mengurangi kehangatan. Koordinator ICW, Johanes Danang Widoyoko, tampak bangga memperlihatkan aktivitas tersebut. Kesadaran harus ditumbuhkan di kalangan generasi muda.

Pertemuan ini terjadi kala konsentrasi Danang disibukkan oleh seleksi Komite Pemilihan Umum (KPU) dan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu). Ia bicara menggebu-gebu tentang Pemilu dan keberlangsungan negeri ini. Kalimat-kalimatnya diucap dengan sangat cepat. “Sangat penting terlibat dalam agenda ini karena KPU adalah salah satu muara korupsi politik di Indonesia,” ia mengungkapkan kegelisahan akan adanya perkembangan reproduksi korupsi yang semakin menjadi-jadi. Model korupsi itu tidak hanya berhenti untuk memperkaya diri sendiri. Jauh dari itu adalah untuk memperkaya partai dengan tujuan partainya menang. “Orientasinya kekuasaan,”ujarnya. (more…)

Read Full Post »

Kebahagiaan Sejati

tri mumpuni

Senyuman mereka itu bahkan lebih berharga dari sekadar angka trilyunan rupiah

Tak pernah menyerah. Kalimat itu ditandaskan oleh Tri Mumpuni pada sebuah surel yang dikirim menjelang diri hari untuk menggambarkan dirinya sendiri. Rasa tanggung jawab terhadap keberlangsungan wawancara yang hanya sempat terjadi dalam perjalanan dari Hotel ShangriLa menuju rumahnya membuat ia rela menggunakan waktu malam untuk menjawab berbagai macam pertanyaan. Aktivitasnya belakangan ini kian padat. Puni, nama panggilan Tri Mumpuni, pengusaha sosial, penerima penghargaan Ramon Magsasay (2011), Climate Hero 2005 dari World Wildlife Fund for Nature, dan satu-satunya pengusaha yang dipuji Presiden Barack Obama ketika berkunjung ke Indonesia.

Segala penghargaan diterima Puni dengan sikap yang selalu bersahaja. Meski banyak melakukan pertemuan-pertemuan dengan tokoh dunia seperti Madeline Albright (menteri luar negeri Amerika Serikat) dan pertemuan tingkat tinggi dunia lainnya di berbagai negara, tak ada yang berubah pada penampilan maupun gayahidupnya. Ia tetap saja rendah hati. Hangat. Akrab. Tapi soal keluarga, ia masih tetap menomorsatukannya. Itu sebabnya, pertemuan mendadak dipersingkat karena suaminya, Iskandar Budisaroso Kuntoadji, bersamaan pulang dari Rwanda. “Saya sudah dua minggu tak bertemu Mas Is. Kami harus buka puasa di rumah,”ujarnya sembari meminta maaf. (more…)

Read Full Post »

Older Posts »