Feeds:
Posts
Comments

Archive for the ‘profil wanita’ Category

Bukan Sekadar Penjaga Malam

harkristuti harkrisnowo

Akankah ia mampu memberi kontribusi atas segala hal yang disandangnya? Pertanyaan itulah yang terus mengisi dan memotivasi perjalanan hidupnya kini.

 

Waktu belum menunjukkan pukul delapan pagi. Direktur Jendral Hak Asasi Manusia (Dirjen HAM), Prof. Harkristuti Harkrisnowo, SH, MA, Ph.D (55) sudah duduk di ruang kerja. Di atas meja, setumpuk laporan dibaca dengan detail sehingga tugasnya untuk memberikan rekomendasi kepada Menteri Hukum dan HAM bisa dilaksanakan dengan baik. “Ayahku tentara. Sejak kecil saya dididik disiplin, bangun pagi, memulai kerja pagi,” Guru Besar hukum pidana Universitas Indonesia (UI), yang juga doktor pertama di bidang Criminal Justice di Indonesia, memulai pembicaraan. Wajahnya segar, nada suaranya riang.

Belakangan ini aktivitas Tuti, nama panggilan Harkristuti, meningkat tajam. Persoalan HAM sedang banyak dibicarakan, mulai dari kasus besar seperti Mesuji, Bima, hingga perempuan yang tidak bisa menimang bayinya karena tak sanggup membayar biaya persalinan. Khususnya terhadap kasus-kasus konflik yang bernuansa kekerasan amat meresahkan pikirannya. “Saya baru menyadari dampak yang luar biasa dari sebuah kasus kekerasan ketika diwawancarai Los Angeles Time akhir tahun 1990-an. Ternyata dunia internasional melihat kita sebagai suatu bangsa yang tidak punya hati nurani. Itu sebabnya, kita tidak boleh anggap kecil sebuah kasus, meski yang terluka hanya satu orang.” (more…)

Advertisements

Read Full Post »

Terbang Bersama Mimpi                                                                             Connie Rahakundini Bakrie

Ia membebaskan diri dan pikiran-pikiran kritisnya melalui dunia pertahanan yang justru sangat penuh dengan aturan

connie rahakundini bakrie

 

“Are you happily married?” .

Kalimat itu disampaikan dengan nada tegas oleh Jendral bintang tiga Dinas Intelijen Israel (Mossad), Shlomo Gazit, di salah satu ruang di kantor di suatu sudut di Ramat Aviv, Tel Aviv, Israel. Perempuan yang duduk di kursi itu sedikit terhenyak. Suasana tegang menyelimuti. Di depannya  berdiri sosok dengan wajah dingin dan sedikit sombong. Tentu pertanyaan ini datang dari curriculum vitae yang menyebutkan nama suami yang juga seorang jendral di Indonesia, perempuan itu berkata pada dirinya sendiri. Namun, tiba-tiba muncul keberanian. “Maaf, apa maksud Anda menanyakan hal-hal yang sifatnya sangat pribadi?,”perempuan bersuara berat bernama Connie Rahakundini Bakrie itu kembali mempertanyakan.

Di lounge de Café, Mulia Hotel, Connie, 47 tahun, tersenyum mengenang kejadian yang pernah dialami beberapa tahun lalu kala ia sedang berada dalam suatu pertemuan wawancara untuk disertasi, The State Power – The Military element of The State Development. Shlomo Gazit duduk sebagai mantan ketua Amman (lembaga intelijen) di negara yang tak memiliki hubungan diplomatik dengan Indonesia itu adalah salah satu sumber yang diwawancarai. Connie sendiri adalah peneliti di INSS (Institute of National Security Studies), Tel Aviv, Israel. Saat ini, ia lebih dikenal sebagai pengamat pertahanan yang namanya dipertimbangkan di dalam dan luar negeri. (more…)

Read Full Post »

Gincu Merah Waldjinah

Bahkan sebuah keberuntungan tidak instan. Ada perjalanan panjang yang telah menyertainya jauh-jauh hari ke belakang

waldjinah

Waldjinah tak pernah berubah. Ia masih terlihat kenes dalam balutan kebaya kutu baru dan sanggulnya. Polesan kosmetik masih saja menunjukkan pamornya yang demikian kuat. Hingga kini nama dan citranya masih tetap sama: Ratu Keroncong Indonesia. Sulit untuk memunculkan nama yang bisa menyamai popularitasnya dalam dunia keroncong dan langgam di Indonesia. Nama Waldjinah selalu disebut yang pertama. Selalu. Meski dekade demi dekade telah berlalu.

Dalam beberapa pertemuan, dan khususnya ketika ia mengisi sesi pergelaran Anne Avantie di Kraton Susuhunan Solo akhir Mei lalu, suara dan penampilannya masih tetap juara. Bila berubah hanyalah petanda usia. Ia tetap ramah dan rendah hati kendati bintangnya sudah terang sedemikian lama dan abadi. Saat ditemui di kediamannya di Solo, ia sudah berdandan seperti siap pentas, meski menggunakan daster kesayangan, seolah menegaskan bahwa gaya dandanan itulah ikon dirinya. (more…)

Read Full Post »

Mercusuar Keberanian

Yenti Garnasih

yenti garnasih

Saya tidak bicara uang, tapi kehormatan. Bukan soal kekayaan, tetapi keadilan

Perempuan yang berjuang dalam dunia pidana kejahatan pencucian uang itu bernama Dr. Yenti Garnasih SH,MH. Ia adalah doktor pidana pencucian uang (PU) pertama di Indonesia yang belakangan ini menjadi primadona, khususnya ketika berbagai kasus korupsi besar-besaran terasa menguap begitu saja. Salah satu perjuangan yang berhasil mendapat pengakuan adalah ketika ia memaksa majelis hakim untuk menerapkan pembuktian terbalik kepada bekas pejabat pajak Bahasyim Assifie. Bahasyim harus bisa membuktikan bahwa dugaan PU sebesar Rp.932 Miliar adalah tidak benar.

Selama ini pembuktian terbalik banyak dihindari oleh para penegak hukum dengan berbagai alasan. Padahal ia yakin, hal tersebut sangat bisa dilakukan. Untuk itu, dengan bekal pengetahuan dan keahliannya dalam PU, ia pun berhadapan dan berusaha meyakinkan dewan majelis hakim, jaksa, dan 7 anggota tim dari OC Kaligis- yang kebetulan semua berjenis kelamin pria. “Yang penting bagi saya adalah bisa mewakili keadilan masyarakat. Kegalauan masyarakat. Ketika dakwaan tidak bisa meyakinkan hakim, sementara dengan kasat mata masyarakat tahu,”ucapnya. Ia prihatin dengan pandangan internasional tentang praktek sistem peradilan di Indonesia, yang  bahkan pernah terburuk nomor 2 di dunia. (more…)

Read Full Post »

Suara Lain

Kekuatan dalam menghadapi kehidupan dibangkitkan dari semangat yang terus membara dalam dirinya

Pertemuan ini terjadi pada situasi ketika jutaan mata menatap pada perkembangan kasus dugaan korupsi yang menimpa salah satu hakim Mahkamah Konstitusi (MK). Risikonya mudah ditebak. Birokrasi menjadi lebih berbelit sehingga memerlukan ekstra waktu dan kesabaran, untuk bisa bertemu salah satu hakim agung, satu-satunya perempuan, Prof. Dr. Maria Farida Indrati S.H, M. H. Namun untunglah, situasi ini berubah seratus persen ketika bertemu Maria di ruang kantornya yang dingin dan sunyi di lantai 13 gedung MK Jumat siang itu. Ia menyapa hangat dan bersahaja. Busana biru tua dengan perhiasan mutiara.

“Saya baik-baik saja di sini, meski banyak sorotan ditujukan pada tempat saya bekerja,” ujarnya membuka pembicaraan. Nada suaranya menenangkan. Meski kemudian muncul pengakuannya. “Memang ada perasaan limbung pada hari-hari pertama, aduh saya mau kerja apa, karena semua ribut, ada Tim Investigasi. Padahal kalau ketemu kami sering bercanda,” ungkap Maria yang baru dua tahun terakhir menjadi Hakim Konstitusi.  Tapi sekarang, tuturnya, tiada lagi beban itu. “Biasa, masing-masing media punya versinya sendiri.” (more…)

Read Full Post »

Warisan untuk Keturunan Keluarga Raja-Raja di Bali

puri banyuning

Sebagai penglingsir, saya harus memberikan warisan terbaik untuk mereka


Pertemuan ini terjadi pada sebuah siang yang hangat di Puri Banyuning, Abiansemal, Badung, Bali. Ketika itu sebuah upacara Mendak Taru, yakni upacara memotong batang pohon untuk dibuat Topeng Betara Barong di Pura Dalem Puri – yang merupakan pura milik keluarga puri sedang berlangsung. Iring-iringan masyarakat dan suara musik tradisional menjadi latar yang magis dan romantis saat berbincang dengan Ida Ayu Kompiang Sutarti atau yang lebih di kenal dengan sebut Ibu Agung Oka yang merupakan Penglisir Puri Banyuning.

Penglingsir atau Pemucuk adalah sebutan untuk orang yang dituakan, pemimpin puri, atau pemimpin lembaga kekerabatan puri. Sementara yang disebut sebagai puri dalam tradisi Bali adalah tempat tinggal para bangsawan di Bali, khususnya mereka yang merupakan putra dari keturunan raja-raja. (more…)

Read Full Post »

Melati untuk Ibu

 runi palar

Pengabdian, kepasrahan, dan totalitas berkarya adalah tiga kata kunci keberhasilannya

 

Runi Palar mencium kembali bunga kamboja kuning yang dipungutnya dari tempatnya berpijak. Sesuatu telah membuatnya terkenang, sehingga buliran air mata tiba-tiba mengaliri pipinya yang segar usai berdandan. Suasana serasa dalam sebuah adegan drama. Bayangan pepohonan jatuh dengan hangat di sebagian pipi dan seluruh halaman. Ia berdiri di tengah-tengah rumah tinggalnya  dengan Runa House of Design dan Museum –tempat ia meletakkan karya-karyanya,  di depan kolam teratai yang berbunga, di antara kebun penuh tanaman lokal yang begitu asri dan bebungaan yang ditata rapi.  “Saya rindu Ibu. Kalau saya sedang senang, saya selalu mengingat Ibu,” ujarnya.

Pertemuan ini terjadi di Lodtunduh, Ubud, Gianyar, Bali. Runi baru saja kembali dari perjalanannya membawa rombongan berkeliling Jepang. Namun kali ini misinya bukan untuk mempresentasikan tren dua kali dalam setahun seperti rutinitas yang sudah dijalani selama 9 tahun terakhir. Ia mendapat kepercayaan dari pusat perbelanjaan Isetan untuk menggelar pameran Modern Bali Style 2010, di mana ia bertanggung jawab untuk membawa produk-produk terbaik Indonesia. Seperti diketahui, eksistensi Runi sebagai desainer perak ikonik Indonesia sudah diakui. Butiknya tersebar di Bandung, Bali, dan Yogyakarta. Sementara di Jepang, Amerika, Singapura, dan Hongkong, Anda bisa menemukannya di ritel-ritel butik eksklusif. (more…)

Read Full Post »

« Newer Posts - Older Posts »