Feeds:
Posts
Comments

Archive for the ‘profil wanita’ Category

Mercusuar Keberanian

Yenti Garnasih

yenti garnasih

Saya tidak bicara uang, tapi kehormatan. Bukan soal kekayaan, tetapi keadilan

Perempuan yang berjuang dalam dunia pidana kejahatan pencucian uang itu bernama Dr. Yenti Garnasih SH,MH. Ia adalah doktor pidana pencucian uang (PU) pertama di Indonesia yang belakangan ini menjadi primadona, khususnya ketika berbagai kasus korupsi besar-besaran terasa menguap begitu saja. Salah satu perjuangan yang berhasil mendapat pengakuan adalah ketika ia memaksa majelis hakim untuk menerapkan pembuktian terbalik kepada bekas pejabat pajak Bahasyim Assifie. Bahasyim harus bisa membuktikan bahwa dugaan PU sebesar Rp.932 Miliar adalah tidak benar.

Selama ini pembuktian terbalik banyak dihindari oleh para penegak hukum dengan berbagai alasan. Padahal ia yakin, hal tersebut sangat bisa dilakukan. Untuk itu, dengan bekal pengetahuan dan keahliannya dalam PU, ia pun berhadapan dan berusaha meyakinkan dewan majelis hakim, jaksa, dan 7 anggota tim dari OC Kaligis- yang kebetulan semua berjenis kelamin pria. “Yang penting bagi saya adalah bisa mewakili keadilan masyarakat. Kegalauan masyarakat. Ketika dakwaan tidak bisa meyakinkan hakim, sementara dengan kasat mata masyarakat tahu,”ucapnya. Ia prihatin dengan pandangan internasional tentang praktek sistem peradilan di Indonesia, yang  bahkan pernah terburuk nomor 2 di dunia. (more…)

Read Full Post »

Suara Lain

Kekuatan dalam menghadapi kehidupan dibangkitkan dari semangat yang terus membara dalam dirinya

Pertemuan ini terjadi pada situasi ketika jutaan mata menatap pada perkembangan kasus dugaan korupsi yang menimpa salah satu hakim Mahkamah Konstitusi (MK). Risikonya mudah ditebak. Birokrasi menjadi lebih berbelit sehingga memerlukan ekstra waktu dan kesabaran, untuk bisa bertemu salah satu hakim agung, satu-satunya perempuan, Prof. Dr. Maria Farida Indrati S.H, M. H. Namun untunglah, situasi ini berubah seratus persen ketika bertemu Maria di ruang kantornya yang dingin dan sunyi di lantai 13 gedung MK Jumat siang itu. Ia menyapa hangat dan bersahaja. Busana biru tua dengan perhiasan mutiara.

“Saya baik-baik saja di sini, meski banyak sorotan ditujukan pada tempat saya bekerja,” ujarnya membuka pembicaraan. Nada suaranya menenangkan. Meski kemudian muncul pengakuannya. “Memang ada perasaan limbung pada hari-hari pertama, aduh saya mau kerja apa, karena semua ribut, ada Tim Investigasi. Padahal kalau ketemu kami sering bercanda,” ungkap Maria yang baru dua tahun terakhir menjadi Hakim Konstitusi.  Tapi sekarang, tuturnya, tiada lagi beban itu. “Biasa, masing-masing media punya versinya sendiri.” (more…)

Read Full Post »

Warisan untuk Keturunan Keluarga Raja-Raja di Bali

puri banyuning

Sebagai penglingsir, saya harus memberikan warisan terbaik untuk mereka


Pertemuan ini terjadi pada sebuah siang yang hangat di Puri Banyuning, Abiansemal, Badung, Bali. Ketika itu sebuah upacara Mendak Taru, yakni upacara memotong batang pohon untuk dibuat Topeng Betara Barong di Pura Dalem Puri – yang merupakan pura milik keluarga puri sedang berlangsung. Iring-iringan masyarakat dan suara musik tradisional menjadi latar yang magis dan romantis saat berbincang dengan Ida Ayu Kompiang Sutarti atau yang lebih di kenal dengan sebut Ibu Agung Oka yang merupakan Penglisir Puri Banyuning.

Penglingsir atau Pemucuk adalah sebutan untuk orang yang dituakan, pemimpin puri, atau pemimpin lembaga kekerabatan puri. Sementara yang disebut sebagai puri dalam tradisi Bali adalah tempat tinggal para bangsawan di Bali, khususnya mereka yang merupakan putra dari keturunan raja-raja. (more…)

Read Full Post »

Melati untuk Ibu

 runi palar

Pengabdian, kepasrahan, dan totalitas berkarya adalah tiga kata kunci keberhasilannya

 

Runi Palar mencium kembali bunga kamboja kuning yang dipungutnya dari tempatnya berpijak. Sesuatu telah membuatnya terkenang, sehingga buliran air mata tiba-tiba mengaliri pipinya yang segar usai berdandan. Suasana serasa dalam sebuah adegan drama. Bayangan pepohonan jatuh dengan hangat di sebagian pipi dan seluruh halaman. Ia berdiri di tengah-tengah rumah tinggalnya  dengan Runa House of Design dan Museum –tempat ia meletakkan karya-karyanya,  di depan kolam teratai yang berbunga, di antara kebun penuh tanaman lokal yang begitu asri dan bebungaan yang ditata rapi.  “Saya rindu Ibu. Kalau saya sedang senang, saya selalu mengingat Ibu,” ujarnya.

Pertemuan ini terjadi di Lodtunduh, Ubud, Gianyar, Bali. Runi baru saja kembali dari perjalanannya membawa rombongan berkeliling Jepang. Namun kali ini misinya bukan untuk mempresentasikan tren dua kali dalam setahun seperti rutinitas yang sudah dijalani selama 9 tahun terakhir. Ia mendapat kepercayaan dari pusat perbelanjaan Isetan untuk menggelar pameran Modern Bali Style 2010, di mana ia bertanggung jawab untuk membawa produk-produk terbaik Indonesia. Seperti diketahui, eksistensi Runi sebagai desainer perak ikonik Indonesia sudah diakui. Butiknya tersebar di Bandung, Bali, dan Yogyakarta. Sementara di Jepang, Amerika, Singapura, dan Hongkong, Anda bisa menemukannya di ritel-ritel butik eksklusif. (more…)

Read Full Post »

Tersihir Layar dan Lautan

jussabella sahea

Ia menyadari bahwa laut tidak selamanya tenang. Namun pengalaman sejak kecil telah membiasakannya dari guncangan yang biasa terjadi di atas kapal.

Seraut sosok feminin muncul di ruang meeting PT Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni). Sikapnya begitu hangat dan terbuka. Wajahnya menampakkan senyuman cerah. Segala hal tentang dunia pelayaran – yang selama ini dimitoskan sebagai dunia kaum lelaki tangguh dan berdaya menaklukkan lautan – seolah dipatahkan begitu saja ketika perempuan bernama Jussabella Sahea memperkenalkan dirinya. Ia lah Direktur Utama PT Pelni – perusahaan pelayaran terbesar di Indonesia – dan membawahi 5000 karyawan. (more…)

Read Full Post »

Bintang pun Menari di atas Pelangi

Hati adalah mata air inspirasi yang terus meletupkan bara kreativitas pada dirinya

2010

Sejarah mode Indonesia mencatat kehadiran Ghea Panggabean tiga puluh tahun lalu. Kala masyarakat Indonesia tertarik pada hembusan angin Barat, perempuan indo yang baru saja menyelesaikan sekolah mode di London ini malah mengulik inspirasi dari tradisi Indonesia – sesuatu yang justru dianggap jadul dan tak menarik. Namun siapa sangka, gaya “bule”-nya itu justru mampu memberikan ruh pada kain tradisi yang hampir mati, menjadi karya-karya yang cantik, dinamis, sekaligus klasik.

Hingga kini, namanya terus berkibar secara konsisten dengan gaya etnik. Sekiranya ada hal yang berbeda saat ini, barangkali hanyalah gaya desain yang kian matang, sebagaimana diri dan kehidupannya.

***

Rotterdam 1955

“Dia gadis kecil yang menyenangkan,” Sutadi Sukarya mengenangkan masa-masa bahagia ketika berada di Rotterdam, sebuah kota ketika anak sulung yang dibanggakan itu lahir, dan diberi nama Siti Giskaeni. Menurut tradisi Belanda, putri pertama dinamakan sama dengan nama depan neneknya. Seharusnya, ia pun diperlakukan sama, dipanggil dengan nama Gea. Namun karena sang ibu memiliki 14 saudara, bisa dibayangkan betapa banyaknya nama tersebut. Maka menyisiplah huruf h di tengah-tengah nama Gea. “Supaya bisa membedakan dengan nama anak lainnya,” limapuluh lima tahun kemudian, Sutadi mengisahkan awal perjalanan kehidupan Ghea. Di ruang kerja milik sang anak, nada kebanggaan tersirat dalam kata-katanya. (more…)

Read Full Post »

Melani Setiawan by Anton Jhonsen

Oase Hati

Dalam rutinitas dunia kedokteran, ada suara lain yang terus memanggil-manggil. Rupanya suara itu berasal dari dunia seni.

Sebuah lembaran buku yang terbuka, sebuah catatan terbaca.

”buat Ibu..

Terima kasih atas kesabaran dan diskusi yang asyik dan bermakna. Perjalanan menuju.. seni rupa..di pagi hari..di malpensa-Italia.

Entang 2010”

Tulisan dengan ilustrasi gambar kaki dan tanda tangan Entang Wiharso ini bersanding dengan kalimat-kalimat yang dibubuhkan seniman Agus Suwage untuk Dr. Melani Witarsa Setiawan, MSc. Buku berjudul Pleasures of Chaos, Inside New Indonesia Art ini baru saja diluncurkan di Milan, Italia, bersamaan dengan pameran 10 seniman Indonesia. Buku ditulis oleh Jim Supangkat dan diproduseri oleh Primo Giovanni Marella, seorang pelopor seni sekaligus pemilik galeri di Milan. Sementara pada halaman belakang buku tertera kata: Tanpa Melani, buku ini tidak pernah tercipta – menunjukkan betapa perempuan 65 tahun ini berperan nyata. (more…)

Read Full Post »

susi pudjiastuti

Berlayar dalam Gelombang

“Jangan pernah berpikir bahwa dunia akan memberimu tempat istimewa karena kamu seorang perempuan!”


Kisah ini berasal dari pantai Pangandaran. Bahkan mungkin juga akan berakhir di Pangandaran. Seorang anak kecil suka berdiri di sana. Matanya memandang lepas ke lautan. Membayangkan dirinya menjadi seorang ahli kelautan suatu saat. Memiliki kapal selam agar bisa menyelidiki sendiri rahasia di kedalaman. Kini perempuan itu sudah dewasa. Ia tumbuh dalam terpaan angin dan udara lautan. Itu yang membuatnya terlihat lebih matang dan perkasa. Meski demikian, tak ada yang berubah dari penampilannya. Masih tetap dengan rambut ikal yang kadang membuatnya terlihat sensual. Masih suka memandang lautan. Tapi ia bukanlah ahli kelautan seperti cita-citanya. Ia lah penguasa hasil laut dengan teknologi termodern di Indonesia yang kini beranjak ingin menguasai udara. Perempuan yang sudah berdaya itu bernama Susi Pudjiastuti. (more…)

Read Full Post »

Un-edited!

yenny wahid

Kali ini, ia bicara tentang perjalanan panjang hidupnya yang tak pernah tersentuh oleh sorot kamera

Ah.. Kau pasti hanya tahu hidupku bergelimang nikmat. Padahal jauh dari itu, hidupku adalah sebuah perjuangan panjang yang teramat berat.

Perempuan berambut sebahu itu lalu tertawa.  Wajahnya tampak senang, meski ia baru saja mengucapkan sesuatu yang terasa getir. Tapi itulah Zannuba Ariffah Chafsoh Rahman Wahid, sosok perempuan berdaya yang selalu disapa dengan nama Yenny Wahid. Sepanjang wawancara, ia begitu riang, hangat, ramah dan menyenangkan kendati beberapa waktu lalu ia dikeluarkan dari partai yang dibuatnya. (more…)

Read Full Post »

Aji Rasa

jais darga


Percaya diri membuat perempuan tampak seksi! Percaya diri berarti berwawasan, berpengetahuan, berbahagia, dan menjaga kecantikan yang diberikan Tuhan.

Membuka halaman demi halaman kehidupan Jais Darga, kita seperti dibawa dalam sebuah petualangan yang seru juga menegangkan. “Bila aku sekarang meraih semua mimpi, setidaknya kamu mengerti bahwa jalan ini tidak pendek.  Penuh liku. Ada luka. Tapi aku selalu  memandang kehidupan dengan sisi optimis dan kerja yang sangat keras. Hanya kita sendiri yang mengerti makna bahagia, dan kitalah yang harus mewujudkannya,” katanya ketika ia akhirnya menyelesaikan wawancaranya dengan dewi. Jais, art dealer perempuan pertama di Indonesia, kini sudah berhasil “menaklukkan” kubu-kubu seni di Paris dan New York.

Sebuah meja dengan dua tempat duduk. Rokok. Segelas black coffee dan minuman capriosca adalah teman bercerita yang menyenangkan bersamanya. Suasana cozy dan nyaman di Grand Café, Grand Hyatt Jakarta kian mengalirkan hawa akrab malam itu. Sesekali ia menyapa beberapa orang yang dikenalnya. Namun memang tak mudah untuk masuk dalam relung hati terdalamnya, terutama bila menyangkut kisah lara yang akhirnya berpengaruh dalam jalan hidupnya. Ia lebih suka bicara tentang hal-hal yang menggembirakan, termasuk keperkasaan saat menaklukkan tantangan. “Hidup sudah sulit jangan lagi dipersulit. Buatlah ringan seperti makan kerupuk,”katanya. (more…)

Read Full Post »

« Newer Posts - Older Posts »