Feeds:
Posts
Comments

Archive for the ‘profil wanita’ Category

Memenangkan Hati                                                           Prita Kemal Gani

prita

Ia sungguh percaya bahwa memberikan kebahagiaan bagi orang lain adalah jalan menganyam kebahagiaan untuk dirinya sendiri

Kehangatan suasana terasa sungguh di ‘kantor’ Prita Kemal Gani, pendiri London School of Public Relations Jakarta (LSPR). Sebuah ruang makan nyaman dengan sepiring macaroon warna warni di atas meja. Di meja panjang samping tangga, sepanci bakso yang kuahnya masih mengepul, siomai, lontong, dan sate ayam diletakkan. Sejurus mata memandang adalah bunga Lili warna-warni yang membaurkan aroma wangi, foto-foto keluarga, serta perabotan yang didominasi warna cokelat. Hangat. Mengingatkan pada kehangatan rumah di mana ada sentuhan ‘ibu’ di dalamnya.

Prita tersenyum tatkala kata “Ibu” disebut. Ia menyukai segala hal yang dikaitkan dengan sifat keibuan: menata rumah, memasak, atau mengurus anak. Meski demikian, kecintaan tersebut tidak menghalanginya untuk meraih Outstanding Entepreneur Award 2009 dari Asia Pacific Entepreneur Award, setelah sempat menjadi finalis Ernst & Young Entepreneur of The Year 2008. Nama Prita senantiasa dikaitkan dengan lahirnya lebih dari 10 ribu sosok Public Relation (PR) profesional dan berdedikasi di Indonesia yang dicetak dari sekolahnya. “Saya bersyukur bisa membuat sesuatu yang beda di negara ini, profesi PR kini sangat dibutuhkan. Saya bisa memberikan kontribusi pada negara, semoga hal ini bisa membanggakan Ibu saya,” ucapnya. (more…)

Advertisements

Read Full Post »

Menebas Batas

nafsiah mboi

Sensitivitas perasaan telah membawanya pada aktivitasnya yang begitu peduli pada nasib orang-orang yang disingkirkan ataupun tersingkirkan.

Ketegangan langsung pecah tatkala Nafsiah Mboi menyambut dengan tawa lepasnya. Menteri Kesehatan ini terlihat rileks dan santai meski sekitar 10 ribu buruh berdemo di depan kantornya terkait pelaksanaan Undang-undang Badan Penyelenggara Jaminan Sosial. “Persoalan sudah diselesaikan Dirjen, saya sendiri sedang melepas 130 dokter muda untuk diberangkatkan menuju daerah-daerah perbatasan. Saya tahu mereka pasti berangkat dalam suasana ketakutan dan kekhawatiran, itu sebabnya saya harus di sana,”ucap Naf yang selama ini selalu menerima perwakilan demontrasi yang terjadi.

Memang bukan kali ini saja kementerian yang dipimpinnya didemo massa. Naf hanya perlu sepekan setelah dilantik menjadi buah bibir. Menteri Kesehatan yang juga aktivis penanggulangan HIV/AIDS, ini dianggap mengeluarkan kebijakan yang dianggap kontroversial, yakni Harm Reduction (strategi untuk mengurangi dampak buruk dari kegiatan atau perilaku berisiko). Naf menyadari bahwa pengguna sulit menghentikan. Jika tidak disuplai dengan jarum bersih, maka pengguna pasti akan mati atau terkena HIV/AIDS. Sementara itu berkaitan dengan HIV/AIDS, ia menyarankan menggunakan kondom bagi para pelaku yang tidak bisa menghentikan perilaku berisiko tersebut. (more…)

Read Full Post »

Kecantikan Juara

metta murdaya

Kesadaran bahwa uang bukan segalanya banyak memengaruhi perspektifnya dalam melihat bisnis dan kehidupan

Akhirnya Juara masuk Indonesia. Juara adalah label produk perawatan kulit inspirasi Indonesia yang berpusat di Amerika. Metta Murdaya, CEO dan Presiden Direktur Juara, mengumumkannya beberapa waktu lalu. Ia tampak bangga dengan keberhasilan produk yang telah diluncurkannya delapan tahun lalu di Amerika. Sukses membuka pasar Amerika dan Kanada, kini ia berharap besar di Indonesia. Sepanjang wawancara di Jakarta, Metta tampak antusias membicarakan produk dan seluruh kerjakerasnya selama ini. Wajahnya bersih, dan kulitnya terlihat sehat. Ia bicara tentang optimisme.

Empat tahun lalu, sosoknya mengisi profil dewi. Kala itu, ia tengah menikmati bisnisnya merambat naik. Rambutnya panjang dan indah. Senyumnya cerah. Bila waktu itu kedatangannya ke Indonesia atas permintaan orangtuanya – pasangan Hartati dan Murdaya Poo, pengusaha papan atas Indonesia –  untuk menghadiri pesta pernikahan adik lelakinya, kali ini untuk kepentingan diri dan bisnisnya. Pesan yang disampaikan lebih berdaya. Rambutnya kini pendek. Bingkai kacamata warna merah semakin menegaskan karakternya, selain memberi kontras pada kulitnya. Pembicaraannya kian matang dan tegas, diseling kisah seru berbagai aktivitas “senang-senang” yang dibincangkan. (more…)

Read Full Post »

Membuka Tempurung Butet Manurung

butet manurung

Garis hidupnya kini seperti menyusuri mimpi-mimpi masa kecilnya.

Saur Marlina ‘Butet’ Manurung, aktivis pendidikan, penyelamat kehidupan masa depan anak-anak dari suku-suku pedalaman di Indonesia, tampak tercenung. Matanya berkaca-kaca, tak bisa bicara. Pemandangan ini memang sedikit mengejutkan. Butet yang tadinya amat riang bercerita tentang keberaniannya, menikmati tinggal di hutan pedalaman bersama anak-anak rimba, tak takut melihat beruang, menginjak ular kobra, ternyata amat sensitif bila berkisah tentang seseorang yang saat ini sangat dirindukannya, Papa.

Hutan dan Papa adalah dua cinta yang saling tarik menarik sepanjang kehidupannya. “Aku tak tahu, apakah Papa akan membolehkan aku tinggal di hutan seperti sekarang ini, bila beliau masih ada..,” ujarnya dengan mata masih tergenang. “Tapi aku tahu pasti papaku akan bangga kalau kita menolong orang lain, seperti sejak dulu ia selalu bilang, “Pada saat memberi, kita sebenarnya sedang menerima”),” ia mempertanyakan – yang kemudian didapat jawaban yang tegas dari bundanya, Tiur Samosir, “Tak akan ada Butet Manurung yang kita kenal sekarang.” Padahal Butet sungguh menikmati kehidupannya kini, mewujudkan keinginan mendirikan sekolah rimba yang sejak kecil dibayangkannya. “Pekerjaan ideal buatku adalah yang menggunakan ketiganya: otak, otot dan juga hati. Jadi latar belakang pendidikanku terpakai (otak), bisa terus olah raga/petualangan juga di dalam hutan (otot), dan sambil menolong orang (hati),” ia tersenyum. (more…)

Read Full Post »

Mengurai Mimpi                                                                                                   Riri Fitri Sari

riri fitri sari

Hidup ini seperti de javu dari mimpi-mimpi masa kecilnya/Isi-isi buku masa kecilnya itu kini seperti melayang-layang dan menjadi nyata pada dirinya

Pada akhirnya penghargaan internasional pada bidang sains itu tiba pada seorang perempuan Indonesia. Ia adalah Prof. Dr. Riri Fitri Sari MM MSc, 42 tahun, peraih WIE Most Inspiring Engineer Award dari Institute of Electronic and Electrical Engineers (IEEE) Asia Pasific, pada pertemuan region 10 di Kalkuta India, beberapa waktu lalu. Penghargaan ini diterima atas dedikasinya dalam mengembangkan perangkat teknologi informasi dan komunikasi di kalangan nasional dan internasional. UI Green Metric, pemeringkatan kampus berdasarkan kampus hijau adalah prestasi terbesar yang diakui dunia. Riri sendiri merupakan guru besar wanita termuda di Universitas Indonesia, professor Teknik Komputer di Departemen Teknik Elektro, Fakultas Teknik, Universitas Indonesia (UI), sekaligus Kepala Pengembangan dan Pelayanan Sistem Informasi seluruh UI.

Berkecimpung dalam bidang teknologi informasi yang berurusan dengan jejaring rumit ternyata tidak mengubah Riri menjadi sosok yang kaku, serius, dan misterius. Sebaliknya, ia ramah, hangat, dan menampakkan wajah gembira. Kalimat-kalimat yang disampaikannya tidak kaku. Bahasanya teratur dan mudah dimengerti. Ia juga berpikiran terbuka. Seperti ketika ia berkisah tentang pengalamannya saat singgah di kediaman Bunda Teresa di Kalkuta seusai menerima penghargaan. Tempat tidur sederhana dan sebuah meja kayu tempat Bunda Teresa menuliskan surat-surat penting untuk dunia rupanya menjadi perhatian terbesarnya. “Perempuan yang tangguh itu perempuan yang menulis, seperti Ibu Kartini,” ia menegaskan. Kisah perempuan-perempuan berdaya selalu menjadi magnet perbincangannya. (more…)

Read Full Post »

Menanti Titik Balik

melli darsa

Ia adalah orang yang memandang optimis terhadap kehidupan. Berbagai belit kesulitan justru membuka pintu-pintu kesuksesan.

“Saya sedang menanti titik balik ke tiga,” Melli Darsa SH, LL,M (46) tersenyum. Ia telah menyelesaikan kisah hidupnya dalam waktu yang cukup panjang di sebuah siang yang seharusnya sudah bersibuk dengan berbagai kegiatan. Perbincangan yang awalnya terasa formal berakhir happy ending. Melli mulai lebih dikenal publik saat tahun 2010 di mana ia menjadi satu-satunya perempuan yang lolos sebagai finalis dalam pemilihan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Ia adalah pendiri Firma hukum Melli Darsa & Co (MDC) yang kini menjadi salah satu firma hukum terbaik di Indonesia.

“Saya ingin lebih memberikan kontribusi kembali atas apa yang saya dapatkan kepada negara melalui bentuk public service dalam waktu dekat ,” ujarnya dengan nada tegas dan penuh optimis. Inilah yang ia tunggu sebagai titik balik ke tiga dalam kehidupannya. Keikutsertaan dalam pemilihan Ketua KPK adalah salah satu jalannya. Meski belum berhasil, ia tak patah semangat. Beberapa rencana sudah disiapkan seperti  sedang menjajaki kerja sama dengan pihak asing agar MDC lebih siap menghadapi globalisasi. Ia juga sedang menjalankan program doktornya di Beijing.  “Untuk merencanakan segala sesuatunya, saya harus kokoh dalam segala-galanya termasuk agar kantor saya siap, sehingga saya bisa fokus untuk berbakti pada negara ” ungkapnya saat ditemui di kantornya yang mewah, nyaman, wangi, dan tertata indah. (more…)

Read Full Post »

Lentera Hati Suciwati

 

Aku bahagia karena memiliki cinta yang demikian besar, sehingga dengan cinta itu aku bisa bermanfaat untuk orang lain.

suciwati munir

Suciwati, perempuan yang pernah mendapatkan gelar Asia’s Hero 2005 versi majalah Time, tidak pernah berhenti memperjuangkan keadilan dan penegakan Hak Asasi Manusia (HAM) di Indonesia. Meski kini tinggal di Malang dan membuka sebuah toko suvenir dan oleh-oleh, ia mampu membagi waktu untuk mengurus berbagai aktivitasnya yang lain. Di antaranya Komite Aksi Solidaritas untuk Munir (KASUM), Jaringan Solidaritas Korban untuk Keadilan (JSKK), Kontras (komisi yang menangani kasus orang hilang dan tindak kekerasan, dibentuk almarhum Munir), dan Imparsial (LSM yang bergerak dalam pengawasan dan penyelidikan pelanggaran HAM di Indonesia).

Di sebuah hari yang hujan, ia bercerita tentang aktivitas, cinta, kehidupan, dan mimpi-mimpinya. Cuaca dingin melarutkan segala kisah yang dituturkannya dalam suasana santai. Kadang terlihat air membasahi bola matanya kala bercerita tentang cintanya pada Munir, almarhum suaminya. Namun tak jarang terasa kering ketika meluapkan kemarahan yang sama sekali tak terasakan dalam penampilannya. Itulah suasana saat bertemu Suci, aktivis HAM Indonesia, pada suatu hari di bulan Januari. (more…)

Read Full Post »

Older Posts »