Feeds:
Posts
Comments

Archive for the ‘politisi’ Category

Kisah Sebuah Nama

faisal basri

Perjuangan ini bukan hanya untuk diri ataupun untuk negeri, melainkan untuk seseorang telah yang membentuk jiwa dan hatinya

 

Faisal Basri adalah sebuah kisah, tidak hanya sekadar sebuah nama. Simpulan pernyataan ini terasakan benar seusai ia menyelesaikan wawancaranya. Puzzle kehidupan yang diserakkan di atas meja perbincangan kian menemukan bentuknya. Perjalanan hidupnya tidak serta merta. Ada beban (baca: perjuangan) yang disandang, meski mungkin ia tak menyadari atau bahkan memikirkannya. Beban itu adalah nama. “Saya gunakan nama Faisal Basri, bukan untuk menghilangkan identitas, melainkan untuk ayah saya…,”ia berucap pelan. Sebuah gumpalan terlihat melintasi kerongkongan. Inilah sebuah perjuangan.

 

Pernyataan itu menjadi catatan pengantar untuk memahami sosok Faisal Basri. Selama ini, ia hanya dikenal karena prestasi-prestasinya sebagai analis ekonomi, dosen Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia (FEUI), aktivis, dan politisi yang dikenal memiliki integritas tinggi, namun tidak menyentuh perjalanan kehidupannya menjadi kini. Saat ini, ia mengajukan diri sebagai kandidat Gubernur DKI Jakarta dari jalur independen. Langkah ini menaburkan harapan masa depan Indonesia. Ia perjuangkan alternatif praktek melawan politik yang tidak sehat, dan mengembalikan tradisi politik yang bermula dari ide, kemauan melayani publik, yang lebih penting dari kesiapan biaya. Ia bangunkan semangat masyarakat untuk merebut hak politiknya, meski menyadari bahwa ia tidak berhadapan dengan persona semata, tapi sistem politik yang sudah menggurita. (more…)

Read Full Post »

Melebur dalam Peran

Anas Urbaningrum

Kini ia percaya benar bahwa perjalanan hidupnya dipenuhi dengan “invisible hand”

Seandainya saja perilaku seseorang bisa dicerminkan melalui bahasa, barangkali Anas Urbaningrum akan dengan sangat mudah diinterpretasikan. Dia adalah orang yang berbahasa dengan sangat rapi, terstruktur, dan berisi. Setiap kalimat yang diucapkan, lengkap dengan tanda-tanda bacanya, ia katakan dengan sangat baik dalam bahasa lisan – sesuatu yang spontan begitu saja hadir dan mengalir. Tak ada bahasa puitis yang memeluntir sehingga memerlukan energi ekstra, karena setiap kata yang terucap sudah langsung menuju pada maknanya.

Kerapihannya dalam menyusun kalimat dan senantiasa meluncurkan kalimat yang sejuk-kendati untuk mengkritik lawan telah mencuri perhatian banyak pihak belakangan ini. Ia juga disebut-sebut sebagai seseorang di balik kesuksesan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di mana ia duduk sebagai salah satu tim suksesnya. Dalam berpolitik, ia selalu terlihat santun, tidak pernah menyakiti pihak lain, pilihan menjawab “serangan” pun dilakukan secara taktis dan diplomatis.  Hal positif inilah yang membuat ia menjadi salah satu politisi muda yang paling menonjol di Indonesia. (more…)

Read Full Post »

Kado Cinta untuk Bapak

yenny wahid

yenny wahid

Kali ini, biarkan dia bercerita tentang diri dan kesehariannya di luar sorot kamera

“Ah.. Kau pasti hanya tahu hidupku bergelimang nikmat. Padahal jauh dari itu, hidupku adalah sebuah perjuangan panjang yang teramat berat.” Perempuan berambut sebahu itu lalu tertawa.  Wajahnya tampak senang, meski ia baru saja mengucapkan sesuatu yang terasa getir. Tapi itulah Zannuba Ariffah Chafsoh Rahman Wahid, sosok perempuan berdaya yang selalu disapa dengan nama Yenny Wahid. Siang itu, ia mengenakan terusan putih tanpa lengan yang dipadu dengan kardigan warna hitam, senada dengan boot panjangnya. Rambutnya dibiarkan tergerai  dengan bando mutiara berpita hitam. Tahi lalat di atas hidung yang menjadi ciri khasnya kini sudah dihilangkan. Wajahnya bersih dan berseri-seri. “Kaget ya.. inilah penampilan sehari-hariku,”ujarnya memberi senyuman. (more…)

Read Full Post »

Komunikator Mencari Cinta

Komentator politik lulusan Cornel yang mantan juara lawak ini memiliki pandangan-pandangan yang tajam, cerdas dan tentu lucu. Namun mengapa pelopor parodi politik di Indonesia ini tak segera melabuhkan hatinya?

Effendi Gazali adalah sosok pria dalam dua sisi yang berlawanan. Dalam banyak kesempatan, ia terlihat sangat terbuka. Tak pelit bicara. Mudah ditemui di mana saja. Mungkin karena ia seorang pakar komunikasi politik yang sudah jadi selebritas televisi.

Tapi bila diajak pertemuan untuk sebuah wawancara profil pribadinya, pria yang usianya awal 40’an itu tiba-tiba berubah bentuk menjadi belut. Licin dan susah ditangkap.

“Saya ini paling tidak suka diwawancara soal pribadi,” ungkap Effendi yang mengaku telah menolak puluhan media massa yang ingin mewawancarai kehidupan pribadinya. “Biar saja masyarakat menilai saya, Biar saja mereka dengan imajinasinya tentang saya. Itu lebih menyenangkan.” (more…)

Read Full Post »

Di Balik Senyum

Poppy Dharsono

Poppy Dharsono

Poppy Dharsono

Samudera yang tenang biasanya menyembunyikan palung-palung yang dalamnya tak terkirakan

Sepanjang tiga puluh satu tahun berkecimpung dalam dunia fashion Indonesia, tak banyak yang berubah dalam penampilan sosok Poppy Susanti Dharsono. Senyum, gaya berdandan, citranya, hampir konsisten selama itu. Hidupnya seperti konstan meskipun banyak berita mewarnainya. Ia begitu pandai menyimpan semua hal, menyakitkan dan membahagiakan, dalam dalam laci-laci yang rapi, dan terus menjalani kehidupan dalam balutan citra keanggunan dan senyuman yang selalu menyembul di balik kacamata kesayangannya.

Ia adalah seorang pelaku sejarah yang menggerakkan roda industri fashion di Indonesia. Bekal pendidikan dari sekolah model dan fashion di Paris dengan segera memberikan darah segar bagi perkembangan fashion yang masa tahun 70-an masih didominasi oleh para dress maker seperti Prayudi dan Peter Sie. Ia pula yang meletakkan landasan fashion sebagai industri dengan mengenalkan konsep ready to wear. Tiga puluh satu tahun sudah ia memulai usahanya, dan hingga kini nama dan usahanya terus melaju bersama waktu. (more…)

Read Full Post »

Petinggi GAM Swedia
Petinggi GAM Swedia

Dunia dalam Genggaman

Bakhtiar Abdullah

 Pengantar:

Tiga tahun lalu saya pernah menjumpai para petinggi GAM Swedia di Swedia. Pertemuan ini terjadi beberapa hari setelah perundingan Helzinky. Artikel ini saya munculkan kembali, setelah banyak teman yang menanyakan soal pertemuan saya dengan para petinggi GAM usai mereka membaca artikel mengenai Danau Laut Tawar yang ditulis oleh Seno Gumira Ajidarma di majalah Intisari. Mungkin mereka merasa aneh, bagaimana saya yang kini bekerja di dewi, majalah life style, berurusan dengan GAM 🙂

 Stockholm, 18 September 2005

 Stockholm begitu cantik di pagi itu. Langit membiru seutuhnya. Beberapa gumpalan awan kecil terlihat menggerombol di satu sisi. Lainnya begitu bening, begitu bersih. Matahari menampakkan sinarnya dengan bahagia. Suasana terasa hangat, meski suhu sudah mulai menurun hingga 12 derajat celcius.

 

Kami berjanji bertemu di lobi hotel Sheraton Stockholm pukul 2 siang. Sebelum waktu menjelang, Bakhtiar Abdullah, juru bicara GAM sudah menampakkan tubuhnya di balik pintu putar Hotel Sheraton. Ia tersenyum dari kejauhan, memberikan kesan persahabatan. Seorang kameramen dari sebuah televise Swedia mengabadikan pertemuan kami. Ia mengulurkan tangannya dengan hangat, mengajak saya untuk menuju mobil Toyota yang diparkir tepat di depan hotel. (more…)

Read Full Post »

Ambisi Politik dan Cinta

Budiman Sudjatmiko

Budiman Sudjatmiko

Budiman Sudjatmiko

Pada akhirnya dia menyadari bahwa politik dan cinta adalah hal mendasar dalam kehidupan manusia

Kami berbincang di suatu senja yang hujan. Segelas Red Wine dan seporsi Garlic Bread Perancis cukup menjadi suguhan yang menarik. Yah, setidaknya untuk menghilangkan dingin suasana wine lounge, tempat Budiman Sudjatmiko bersedia diwawancara. Duduk di sampingnya, dua perempuan kru televisi yang akan mengambil gambarnya. Sementara itu, beberapa elit politik yang duduk di bangku lain, tampak memberi salam padanya. Ramah.

Budiman Sudjatmiko mungkin sudah bukan lagi nama yang menakutkan. Wacana pemimpin muda masa depan yang didengung-dengungkan kaum reformis belakangan memunculkan namanya kembali di pentas politik Indonesia. Berbagai seminar demokrasi Indonesia dan manca negara mengundangnya untuk bicara. Bulan lalu, dia baru saja membuat Deklarasi Cendekiawan Marhaenis, dengan membawa wajah baru kaum marhaen di Indonesia. Walhasil, aktivitasnya sebagai Ketua Relawan Perjuangan Demokrasi (REPDEM) serta anggota departemen Pemuda dan Mahasiswa Partai Demokratik Indonesia Perjuangan (PDIP) kian bertambah. (more…)

Read Full Post »

Older Posts »