Feeds:
Posts
Comments

Archive for December, 2010

Intermezzo Kehidupan

tatie wawo runtu

Di balik semua gemerlap cerita kesuksesan Sanur di mata internasional, ada tangan-tangan cekatan Tatie di balik segala detail dan  jamuan

Dari Tatie ke Tandjung Sari

Tandjung Sari Hotel awalnya adalah sebuah rumah liburan keluarga Wija Wawo Runtu yang saat itu masih beristrikan Judith. Bersama kelima anaknya, mereka  menikmati pemandangan laut dan indahnya pantai Sanur di awal tahun 1960. Rumah tersebut berubah menjadi penginapan ketika teman-teman dekat Wija merasakan tinggal di sana, dan memberikan inspirasi agar membangun bungalow yang bisa disewakan. Selanjutnya penginapan berkembang menjadi hotel dengan tetap bernuansa rumah. Dari mulut ke mulut hotel tersebut semakin dikenal, hingga dalam sebuah buku Architecture Bali: Birth of the Tropical Boutique Resort (Phillip Goad, Patrick Bingham-Hall), Tandjung Sari diklaim sebagai konsep butik hotel pertama di Asia Tenggara di tahun 1960-an.

Ketenaran hotel tersebut sampai mengundang aktor Hollywood John Wayne, Ingrid Bergman dengan suaminya Larst Smith, Ratu Ingrid dari Denmark, serta para Duta Besar Negara sahabat di era tahun 1960-an, yang saat itu belum terbentuk hotel. Menyusul kemudian beberapa musisi/penyanyi kondang asal Inggris seperti Mick Jagger dan David Bowie pernah menyempatkan menginap di sana. Saat itulah peran Tatie Wawo Runtu menyeruak. Tatie adalah perempuan yang dinikahi Wija setelah berpisah dengan Judith. (more…)

Advertisements

Read Full Post »

“Accupunto” Leonard Theosabrata

leonard theosabrata

Antara kepuasan ego dan pasar, antara fungsi dan artistik, antara hitam dan putih, ia memilih berada di antaranya.

Lagu Killing Me Softly berirama jazz mengalun lembut di butik Accupunto, Grand Indonesia, Jakarta  – mengawal pertemuan dengan desainer produk dan juga pemilik perusahaan, Leonard Theosabrata (33). Penampilannya segar, kendati mengenakan atasan hitam dengan detail unik dan celana panjang hitam yang begitu kontras dengan warna kulitnya. Kacamatanya bulat, bergagang. Rambutnya disisir artistik. Terasa benar ada gaya dan selera yang tinggi di balik penampilannya yang sederhana – mengingatkan pada desain produk-produk Accupunto yang modern, minimalis, tapi juga menyimpan sensualitas di balik detail lekukan kecil yang diciptakannya. (more…)

Read Full Post »

 

Mengenang Simbol Kejayaan

gusti mung

“Pilu rasa hati ketika menatap foto-foto lama yang terpasang di Keraton Surakarta”

 

Derai gerimis kecil mengantar pertemuan dengan Gusti Kanjeng Ratu Wandansari. Dahulu, kita mengenalnya sebagai Gusti Koes Murtiyah, dipanggil sebagai Gusti Mung, puteri mbalelo dari Keraton Surakarta Hadiningrat, karena kegigihan untuk membela tradisi yang seharusnya tetap dilestarikan di wilayah keraton. Suasana  tampak sedikit mendung di sepanjang perjalanan dari ruang pertemuan menuju kraton Surakarta, di mana ia lahir 48 tahun lalu. “Anda akan mengerti keindahan dan kekayaan perhiasan milik kraton Surakarta dari sini,” ia membuka pembicaraan.

 

Meski warnanya sudah mulai kusam, pintu gerbang kraton masih menyisakan kejayaan di masa lalu ketika bangunan itu didirikan pertama kali di tahun 1744 oleh Sri Susuhunan Pakubuwono II. Dua abdi dalem yang mengenakan kemeja dan celana panjang (bukan baju abdi dalem) tampak membungkuk dan memberikan hormat ketika Gusti Mung memasuki pintu kraton Kori Kamandungan. Sebagai Kanjeng Ratu – putri dari Sri Susuhunan Pakubuwono XII – Gusti Mung berjalan melenggang dengan kepala tegak untuk tetap menjaga wibawa. Lantas membawa dewi menelusuri tempat-tempat yang menjadi kesehariannya di masa lalu, sebelum akhirnya dipinang oleh kekasihnya, Eddy Wirabumi (Kanjeng Pangeran Arya Wirabhumi) (more…)

Read Full Post »

Warisan untuk Keturunan Keluarga Raja-Raja di Bali

puri banyuning

Sebagai penglingsir, saya harus memberikan warisan terbaik untuk mereka


Pertemuan ini terjadi pada sebuah siang yang hangat di Puri Banyuning, Abiansemal, Badung, Bali. Ketika itu sebuah upacara Mendak Taru, yakni upacara memotong batang pohon untuk dibuat Topeng Betara Barong di Pura Dalem Puri – yang merupakan pura milik keluarga puri sedang berlangsung. Iring-iringan masyarakat dan suara musik tradisional menjadi latar yang magis dan romantis saat berbincang dengan Ida Ayu Kompiang Sutarti atau yang lebih di kenal dengan sebut Ibu Agung Oka yang merupakan Penglisir Puri Banyuning.

Penglingsir atau Pemucuk adalah sebutan untuk orang yang dituakan, pemimpin puri, atau pemimpin lembaga kekerabatan puri. Sementara yang disebut sebagai puri dalam tradisi Bali adalah tempat tinggal para bangsawan di Bali, khususnya mereka yang merupakan putra dari keturunan raja-raja. (more…)

Read Full Post »