Feeds:
Posts
Comments

Archive for December, 2009

anugerah adiwarta

“Haaa… dari Majalah Dewi??”

Perempuan itu menengok ke arah kawan lelakinya sambil mengerutkan dahi. Peristiwa ini terjadi ketika Nominasi Anugerah Adiwarta 2009 kategori Liputan Kemanusiaan Seni dan Kebudayaan diumumkan di layar. Saya percaya bahwa perempuan itu tidak bermaksud untuk melecehkan. Mungkin sedikit heran. Bagaimana mungkin artikel seni budaya di sebuah majalah gaya hidup itu masuk dalam nominasi penghargaan jurnalistik yang serius seperti ini. Tapi itu hanya perkiraan saya saja. Hanya perempuan itu yang mengerti apa maksud ungkapan di atas yang diucapkan dengan setengah berteriak itu.

Apapun yang terjadi, saya mengucapkan terima kasih atas penghargaan dan apresiasi terhadap karya saya kepada Sampoerna Foundation. Meski tidak menjadi pemenang utama, saya sudah sangat bersyukur atas segala apresiasi ini. Semoga saya bisa berkreasi lebih baik lagi.

“Kemenangan” ini terutama saya tujukan untuk anak perempuan saya, Laksmi Lilu Herlambang, yang senantiasa menjadi editor pertama seluruh tulisan saya. Dialah yang selalu mengkritik, khususnya untuk paragraf awal tulisan yang dikatakan harus menggigit dan membuat orang tertarik untuk membacanya. “Kemenangan” ini juga saya tujukan kepada Anda, para pembaca blog saya. Anda-lah yang membuat saya harus membuat karya lebih baik dan lebih baik lagi. Terima kasih untuk seluruh dukungan Anda selama ini. Semoga di masa yang akan datang, hubungan kita akan lebih erat lagi.

Salam,

www.anugerahadiwarta.org

Foto: dok. http://www.anugerahadiwarta.org

Advertisements

Read Full Post »

Memberi Ruang pada Jiwa

dewabudjana

Musik adalah bagian dari spiritualitas yang sangat dipercaya olehnya.

Gerimis hanya datang kala I Dewa Gede Budjana memainkan lagu Ruang Dialisis. Seperti sebuah anugerah alam yang mengiringi lagu yang dipersembahkan untuk almarhum ayahanda tercinta, IDN Astawa. Suasana Candi Gedong Songo, tempat pengambilan gambar untuk acara ulang tahun stasiun televisi swasta tersebut, berubah dramatis. Budjana terhanyut dalam guyur rintik hujan yang menyatu dengan petikan dawai gitar. Rekaman suara sang nenek (yang tak bisa datang karena sakit) terasa mencekam. Keduanya melebur dalam simponi duka. Mungkin juga, lara.

(more…)

Read Full Post »

Un-edited!

yenny wahid

Kali ini, ia bicara tentang perjalanan panjang hidupnya yang tak pernah tersentuh oleh sorot kamera

Ah.. Kau pasti hanya tahu hidupku bergelimang nikmat. Padahal jauh dari itu, hidupku adalah sebuah perjuangan panjang yang teramat berat.

Perempuan berambut sebahu itu lalu tertawa.  Wajahnya tampak senang, meski ia baru saja mengucapkan sesuatu yang terasa getir. Tapi itulah Zannuba Ariffah Chafsoh Rahman Wahid, sosok perempuan berdaya yang selalu disapa dengan nama Yenny Wahid. Sepanjang wawancara, ia begitu riang, hangat, ramah dan menyenangkan kendati beberapa waktu lalu ia dikeluarkan dari partai yang dibuatnya. (more…)

Read Full Post »