Feeds:
Posts
Comments

Archive for October, 2008

Negeri Mimpi

Irwan Danny Mussry

Irwan Danny Mussry

Irwan Danny Mussry

Ketika berada di negeri mimpi-mimpi, dia selalu merindukan wanita dengan karakter kuat dan bersahaja agar mengingatkannya untuk selalu menginjak bumi

Kesegaran alam tampak terasakan begitu memasuki ruang kerja Irwan D. Mussry. Di ujung ruang, setangkai bunga Lili putih segar diletakkan. Deretan lukisan pemandangan alam pedesaan berjajar di dinding seolah membangunkan kerinduan akan suasana yang damai. “Kita mau bicara dimana..”,suara Irwan tiba-tiba memecah perhatian. Ia menawarkan tiga suasana yang berbeda di ruangan itu: di meja kerjanya yang formal dengan pemandangan lukisan abstrak merah menyala yang dikombinasi dengan lukisan gunung John van Der Sterren, ruang meeting yang hangat dengan pandangan luas, atau suasana intim di meja kecil tempat bunga Lili itu diletakkan.

Alunan musik jazz dengan pengaturan cahaya lembut di ruangan itu memang membuat nyaman siapapun yang datang. Suasana terasa hangat dan welcome. Penataan interior, warna ruangan dan pemilihan lukisan menunjukkan kelas dan kesukaan Irwan, President dan CEO PT Timerindo Perkasa International (Time International) yang menjadi agen-agen jam tangan mewah di Indonesia. Tak terlihat sesuatu yang “bling-bling” di sana, namun cita-rasa yang ditawarkannya dalam kesederhanaan membuat ruangan ini berkesan elegan, “mahal” dan berkelas. (more…)

Advertisements

Read Full Post »

Taipan Penyusur Karma

Hartati Murdaya

Hartati Murdaya

Wanita super intens ini adalah salah satu konglomerat terpenting di Indonesia. Ia juga mengaku sebagai orang yang sekedar menjalankan karma.

Pengusaha Siti Hartati Tjakra Murdaya adalah satu-satunya wanita Indonesia yang tercantum sebagai pengusaha nasional terkaya versi Majalah Forbes tahun lalu. Dari 40 nama yang dipublikasikan majalah asing itu, dia dan suaminya, menduduki posisi ke-16. Kekayaan bersihnya diestimasikan sekitar 430 Juta Dollar (sekitar 3,9 trilyun rupiah).

Namanya pun sering muncul di media masa, karena ia memang pernah menjadi anggota Majelis Permusyawaratan Masyarakat. Apapun laporan media mengenainya, dan memang ragamnya banyak, tidak ada yang mendebat bahwa Hartarti adalah seorang pengusaha yang intens, berkerja keras, dan tidak pernah gentar untuk meraih kesempatan atau, bila perlu, berdebat atau berpolemik dengan pihak-pihak lain. (more…)

Read Full Post »

Melepas Bayang-Bayang

Metta Murdaya

Metta Murdaya

Pengalaman dalam sebuah keluarga yang sangat berorientasi bisnis membuat dia yakin bahwa bisnis adalah sebagai bagian dari hidup. Bukan hidup untuk bisnis itu sendiri.

Hari itu, Metta Murdaya tiba di Indonesia. Kedatangannya kali ini tak lain dari merayakan pernikahan adik lelakinya dengan putri seorang taipan kaya Indonesia. Di pesta super mewah yang menghadirkan tetamu penting seperti presiden, para menteri dan orang-orang terhormat itu, ia terlihat segar dan sederhana. Bergaun terusan panjang sewarna adik perempuannya, Upekha, serta perhiasan kecil pinjaman dari ibunya: Hartati Murdaya. (more…)

Read Full Post »

Cerita di Balik Perhiasan

Franky Wongkar

Franky Wongkar

Franky Wongkar

“Perhiasan adalah sebuah pernyataan”

Usia muda bukan berarti muda dalam berkarya. Franky Wongkar membuktikannya.Tepatnya tiga tahun lalu ketika ia memulai sejarah bisnisnya di Indonesia dengan membuka label perhiasan atas namanya sendiri. Bagi Franky, perhiasan adalah urat nadi kehidupan yang tak terpisahkan sejak dia berusia 5 tahun-suatu usia dimana ia mulai mencintai perhiasan yang dikenakan oleh ibunya. “Segala sesuatu yang bling-bling dan sparkling itu sungguh menarik untukku,”tukas Franky yang sangat menikmati masa-masa ketika sang ibu sering mengajaknya ke sebuah toko perhiasan. (more…)

Read Full Post »

Lompatan Masa Depan

Martha Gunawan

Martha Gunawan

Bisnis memenatkan kepalanya, tapi seni membebaskannya. Inilah yang membuat dia kian jatuh cinta.

Di tengah tumbuh suburnya galeri seni di Indonesia, Martha Gunawan adalah sebuah nama yang tak bisa dilepaskan. Ia adalah pemilik galeri Mon D├ęcor, pelopor galeri seni representatif di Indonesia. Bisa dikatakan bahwa pertumbuhan seni dan seniman muda Indonesia tak lepas dari tangan dinginnya, meski sejarah tak mencatatnya secara tertulis. Sejak seni belum menjadi gaya hidup seperti sekarang, Martha sudah kerja habis-habisan, mencari bibit-bibit unggul seni Indonesia: satu hal yang kini jamak dilakukan oleh para pemilik galeri.

Martha adalah seorang arsitek lulusan universitas Tarumanegara, Jakarta, yang kebetulan sedang mengerjakan interior apartemennya sendiri di Singapura. Ketika itu, oleh desainer interiornya dia diminta untuk memberikan sebuah sentuhan seni dalam ruangannya. Jelas bukan perkara gampang, apalagi mode tahun 80-an memang kurang menyentuh seni yang serius. Tapi ia mencoba, dan sungguh takjub saat mengetahui betapa karya seni di dalam sebuah dekorasi memiliki nilai lebih. “Lalu saya pikir, mengapa saya tidak memopulerkannya di Jakarta?,” ia mengenang masa perkenalannya dengan dunia seni yang akhirnya mengubah arah masa depannya kelak. (more…)

Read Full Post »

Pembalap Jinak

Rifat Sungkar

Rifat Sungkar

Menjadi bintang reli perlu kesukaan terhadap bahaya dan kecepatan. Tapi di luar sirkuit, pembalap handal Rifat Sungkar memilih hidup jauh dari adrenalin.

Di tengah dunia balap otomotif Indonesia, yang relatif lesu prestasi, pasangan pereli Indonesia Rifat Sungkar dan M. Herkusuma secara mengejutkan membuat sejarah merah putih di seri balap dunia. Dalam reli Asia Pasifik Rally Championship (APRC) 2007 di Whangarei- Selandia Baru, keduanya berhasil naik ke podium ketiga. Salah seorang tim Subaru MotorImage -tempat Rifat dikontrak-, Glen Tan menyatakan kekagumannya pada Rifat. Bagaimana tidak? Rifat baru mengenal mobil hanya dua jam sebelum start.

Tampaknya ini bukan sebuah faktor keberuntungan. Buktinya, prestasi ini berlanjut dalam kejuaraan APRC di Australia awal Juni lalu. Ia menempati urutan keempat. Meski demikian, perolehan prestasi Rifat meningkat pesat. “Saat di Selandia Baru, gap saya dengan tim leader mencapai 3 detik/km. Sementara di Australia, bisa mencapai 1,8-2 detik/km,”tukas Rifat. Begitulah, mantan tim Pertamina XP ini harus berjuang demi waktu sepersekian detik untuk mencapai prestasi yang lebih baik. Targetnya, akhir tahun ini ia bisa menambah angka kenaikan gap hingga 1 detik/km. (more…)

Read Full Post »

Merajut Sejarah

Lukman Sardi

Lukman Sardi

Di sepanjang kehidupannya, dia selalu bergulat dan mencoba melepaskan diri dengan nama besar ayahnya. Namun pada akhirnya ia justru menemukan “ayahnya” dalam dirinya.

Nama Lukman Sardi kembali terangkat ketika film Indonesia bangkit dari mati suri. Pria yang pernah mendapat penghargaan sebagai artis cilik terbaik dalam Festival Film Indonesia awal 80-an ini memang tergolong produktif dalam berkarya. Bisa dibilang, setiap tiga bulan sekali, ia menyelesaikan satu film. Putra musisi Idris Sadri ini kini adalah salah satu sosok cemerlang dalam dunia perfilman Indonesia – dan memang, ada banyak kisah mengenai sang aktor dan ayahnya.

Di kalangan kritikus film, Lukman dinilai sebagai seorang aktor karakter yang handal. Bagaikan bunglon, ia berubah pada setiap perannya. Kadang terlihat keras dalam film “Mengejar Matahari” dan “Sembilan Naga”, atau lucu dan setengah menyebalkan sebagai seorang sopir poligamis dalam “Berbagi Suami”. Ia juga dapat menyentuh hati dengan memerankan seorang sahabat setia, seperti ketika ia bermain sebagai mantan aktivis Herman Lantan, sahabat dari tokoh legendaris Soe Hok Gie dalam film “Gie”. Lukman adalah aktor yang layak menjadi bintang karena bakat dan kehandalannya berakting dan bukan karena bermodal wajah tampan atau paling tidak berkulit putih karena kebetulan genetika. Lukman berhasil meraih penghargaan The Best Actor (Bali International Film Festival 2006). Selain itu, ia juga sempat dinominasikan sebagai Peran Pendukung Pria Terbaik di Festival Film Jakarta 2006 yang bermasalah itu, serta Most Favorite Actor dari MTV Indonesia Movie Award. (more…)

Read Full Post »